Cara Cek Pengisian Aki Motor, Mudah Pakai Alat Ini !!!
![]() |
| Sumber: tokopedia.com |
Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini
kita akan membahas mengenai cara cek pengisian aki motor.
Aki atau accumulator berfungsi untuk menampung daya listrik
pada kendaraan bermotor.
Aki ini menjadi sumber listrik berarus DC bagi tiap komponen
yang membutuhkan, tetapi aki atau accu ini tidak benar-benar menjadi sumber
listrik, sebab sekali lagi bahwa aki ini fungsinya hanya sebagai tempat
penampungan daya listrik.
Sumber listrik yang sebenarnya ada pada spull yang kemudian
akan dikonversi dan diatur besaran dayanya oleh kiprok atau regulator menuju
aki atau accu.
Sistem di atas disebut sebagai sistem pengisian kelistrikan
pada kendaraan bermotor termasuk pada sepeda motor.
Jika sistem pengisian tidak berfungsi dengan normal, maka
imbasnya adalah aki akan mudah habis atau soak.
Hal tersebut karena aki terus digunakan untuk menyuplai
listrik, tetapi tidak disuplai listrik dari sistem pengisian.
Kurang lebih konsep aki ini sama dengan baterai-baterai pada
umumnya seperti baterai pada handphone, dimana baterai akan habis jika tidak
diisi atau dicas.
Nah jika aki motor kita masih baru dan sudah habis lagi, maka
kita harus curiga bahwa sistem pengisian pada motor kita tidak berjalan dengan
benar.
Untuk mengetahui apakah sistem pengisian kelistrikan pada
motor berjalan dengan baik atau tidak, kita dapat mengeceknya menggunakan alat
ukur seperti avometer, voltmeter, hingga multitester.
Adapun dalam artikel ini, kita akan fokus membahas mengenai
cara mengecek pengisian aki menggunakan voltmeter.
Baca Juga:Fungsi Voltmeter Pada Motor
Jika kalian tidak memiliki voltmeter, maka kita dapat membeli
terlebih dahulu voltmeter digital variasi yang harganya hanya puluhan ribu
rupiah.
Baca Juga:Review Penggunaan Voltmeter 2 in 1 Merek Modish
Oke, kami anggap kalian sudah punya voltmeter, selanjutnya
langsung saja berikut cara cek pengisian aki motor:
1. Pasangkan Kabel Voltmeter pada Aki
Langkah pertama adalah dengan memasangkan tiap kutub kabel
pada aki. pasangkan dengan sesuai dalam artian kutub positif harus pada kutub
positif lagi, begitu juga yang negatif harus terpasang pada yang negatif lagi.
2. Cek Tegangan Aki Saat Standby
Selanjutnya kita tinggal melihat tegangan aki saat motor
dalam keadaan mati mesinnya atau dalam keadaan standby pada aki.
Aki yang masih normal biasanya akan memiliki voltase sekitar
12 volt.
3. Nyalakan Mesin Motor dan Geber-Geber
Selanjutnya adalah hidupkan atau nyalakan mesin motor lalu
geber-geber. Tidak usah sampai limit, cukup di RMP 4000-5000 RPM.
Pada kasus ini, jika setelah mesin menyala dan RPM ditahan
pada angka 4000-5000 RPM lalu voltase aki bertambah menjadi sekitar 14 volt,
maka pengisian aki motor dapat dikatakan normal.
Tetapi jika voltase pada aki ternyata malah tidak berubah dan
bahkan berkurang, maka sistem pengisian aki tidak normal.
Jika regulator atau kiprok ternyata tidak panas saat mesin
motor menyala cukup lama, maka kemungkinan kiprok mengalami kerusakan.
Tetapi bisa juga hal tersebut karena spull sudah gosong
sehingga sudah tidak dapat menyuplai lagi aliran listrik.
Baca Juga: 6 Penyebab Aki Motor Tidak Mengisi, Ini Sering Terjadi !!!
Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata
semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.
