Fungsi dari Kipas Pada Sistem Pendingin Cairan Adalah Ini

Table of Contents

Fungsi dari kipas pada sistem pendingin cairan adalah apa? Perannya sengat penting dan akan sangat berguna saat kendaraan terdiam saat macet atau pun tengah berjalan pelan.

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas mengenai fungsi dari kipas pada sistem pendingin radiator.

 

Sistem pendingin radiator menjadi salah satu jenis sistem pendingin yang banyak digunakan pada kendaraan bermotor beroda empat.

 

Meski begitu, untuk motor-motor sport juga banyak yang menggunakan sistem pendingin yang satu ini.

 

Jenis sistem pendingin ini punya kontruksi yang lebih kompleks dari sekedar sistem pendingin udara.

 

Namun untuk performanya, sistem pendingin ini cenderung lebih baik bila dibandingkan dengan sistem pendingin udara.

 

Fungsi dari Kipas Pada Sistem Pendingin Cairan Adalah Ini

Fungsi dari Kipas Pada Sistem Pendingin Cairan Adalah Ini

Pada sistem pendingin cairan, ada kipas yang biasanya disimpan di belakang radiator. Ini yang jadi alasan kenapa kipas ini cenderung tidak terlihat, terlebih pada radiator motor.

 

Adapun fungsi dari kipas pada sistim pendingin radiator adalah untuk mendinginkan cairan pendingin pada radiator itu sendiri.

 

Terlebih, kipas ini akan sangat dibutuhkan ketika kendaraan tengah melaju dengan tidak begitu lancar.

 

Misalnya saja saat kendaraan terjebak macet, di mana biasanya mesin akan menyala dan panas, sedangkan suplai udara dari luar tidak didapat.

 

Ya, saat mesin melaju, angin dari luar atau dari depan akan sangat dibutuhkan untuk mendinginkan radiator sehingga cairan pendingin di dalamnya bisa lebih dingin.

 

Namun saat kendaraan berhenti atau diam, udara dari depan tidak sekencang saat mobil melaju, sehingga dibutuhkan kipas untuk mendinginkan radiator.

 

Pada beberapa kendaraan bermotor, kipas ini sifatnya bukan untuk menghembuskan angin ke arah radiator.

 

Sebaliknya, arah putaran angin yang dihasilkan bersifat untuk menghisap udara panas dari radiator ke arah sebaliknya.

 

Ini disesuaikan juga dengan air flow, di mana saat kendaraan melaju, maka akan ada udara dari depan yang menuju radiator.

 

Perbedaan Mekanisme Kipas Radiator Yang Digunakan

Ada beberapa jenis mekanisme kipas radiator yang digunakan. Misalnya saja ada kipas radiator yang putarannya konstan dari putaran berasal dari putaran mesin.

 

Putaran mesin dihubungungkan menggunakan v-belt sehingga kipas bisa ikut berputar.

 

Pada kipas yang berputar secara konstan atau tetap, baik diperlukan atau tidak (baik macet atau tidak), putaran kipas akan berputar dengan kecepatan yang sama.

 

Lalu ada juga kipas yang putarannya disesuaikan dengan kebutuhan, misal jika mesin atau radiator masih tergolong dingin, maka putaran kipas tidak akan begitu kencang.

 

Namun saat radiator sudah mulai panas, maka putaran kipas akan semakin kencang agar lebih maksimal dalam membantu mendinginkan radiator.

 

Di era sekarang, ada juga kipas radiator yang mekanisme putarannya berasal dari energi listrik, di mana putaran kipasnya pun disesuaikan.

 

Misal saat kipas tidak dibutuhkan, maka kipas tidak akan berputar, sedangkan jika kipas dibutuhkan, ia akan mulai berputar sesuai dengan kebutuhannya juga (bisa berputar pelan atau pun kencang).

 

Jangan Lupakan Tali Kipas

Jika kipas radiator yang digunakan masih menggunakan tali kipas, maka sebaiknya perhatikan komponen yang satu ini.

 

Jangan sampai terlalu kendur atau pun terlalu kencang sebab dikhawatirkan bisa putus atau memicu kerusakan.

 

Selain itu, pastikan tidak ada keretakan di bagian tali, sebab keretakan pada tali bisa memicu putusnya tali tersebut.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)