Perbedaan Baterai Yang Bisa di Cas dan Tidak Pada Motor dan Mobil
Perbedaan baterai yang bisa di cas dan tidak pada motor dan mobil itu seperti apa? Untuk menjawab hal tersebut, maka kita bahas bersama dalam artikel ini.
Satupiston.com –
Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas
mengenai perbedaan baterai yang bisa dicas dan yang tidak.
Sebelum membahas lebih jauh, kita bisikan terlebih dahulu
jika penulisan yang tepat untuk di cas adalah dicas.
Penulisan di sendiri memiliki makna yang berbeda jika
dipisah atau pun disatukan. Jika penulisan “di” dipisah, maka memiliki arti
merujuk pada tempat.
Contohnya adalah di Bandung, di Jakarta, dan lain
sebagainya. Sedangkan untuk konteks ini, penulisan yang tepat sesuai EYD adalah
dicas atau disatukan.
Perbedaan Baterai Yang Bisa di Cas dan Tidak Pada Motor dan Mobil

Secara umum, semua baterai atau accumulator yang biasa
disingkat aki pada kendaraan bermotor bisa dicas.
Ini juga dilakukan oleh sistem pengisian kendaraan bermotor
saat mesin menyala, di mana saat mesin kendaraan menyala, maka akan juga
mengisi atau mengecas aki.
Namun meski begitu, lambat laun aki juga bisa mengalami
penurunan performa hingga daya pada aki bisa berkurang dan harus dicas.
Adapun perbedaan baterai aki yang bisa dicas dan yang tidak
adalah sebagai berikut:
1. Fisik Aki Harus Masih Bagus
Kita pandang dulu fisiknya, jika sampai sudah kembung atau
jadi gendut, maka sudah jelas aki tidak dapat dicas lagi karena sudah rusak
bagian cell-nya dan menjadi menggelembung.
Penyebabnya adalah karena aki sering overcharger yang
diakibatkan karena terlalu lama mengecas atau terlalu besar tegangan dan ampere
yang masuk.
Ini terjadi karena kiprok mengalami kerusakan sehingga tidak
bisa memutus banyaknya daya listrik pada aki saat aki sudah penuh.
2. Cell Aki Harus Masih Bagus
Bisa saja aki tidak kembung, namun setelah dicas, ternyata
tidak lama kemudian aki kembali drop dan tidak bisa digunakan.
Ya, saat cell rusak, cirinya bisa beragam, termasuk jadi
tidak bisa dicas. Penyebab cell rusak di antaranya adalah karena berjamur
(biasa terjadi pada aki basah yang lama kehabisan air zuur).
Selain itu, terlalu lama membiarkan aki kekurangan daya
listrik juga bisa membuat bagian cell-nya rusak.
3. Usia Pakai
Meski tidak mutlak, namun aki yang sudah berumur misal sudah
dipakai selama 5 tahun biasanya akan lebih rentan untuk tidak bisa lagi dicas.
Ini karena cell aki memang punya usia pakai, di mana lambat
laun akan rusak juga meski tanpa insiden.
Ya, mirip dengan manusia yang bisa meninggal bukan karena
insiden namun karena faktor alami penuaan.
4. Tegangan Aki Tidak Boleh Kurang dari 10 Volt
Jika aki yang digunakan memiliki tegangan minimal 12,4 volt
tanpa beban, maka aki tersebut tidak boleh sampai menyentuh angka di bawah 10
volt, apalagi dalam jangka waktu lama.
Pasalnya jika aki sudah menyentuh voltase yang sangat
rendah, maka kemungkinan untuk bisa dicas lagi akan semakin nihil.
5. Tidak Boleh Berjamur
Jamur menjadi salah satu momok yang menakutkan untuk suatu
baterai termasuk pada accumulator atau aki.
Di mana aki ini tidak boleh sampai berjamur dan terlihat
secara fisik. Pasalnya aki yang berjamur besar kemungkinan telah rusak bagian
cell-nya dan tentu tidak bisa lagi dicas karena pasti akan bocor.
Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga
bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.