7 Penyebab Motor Beat Injeksi Di Gas Ngempos

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai penyebab motor Beat Injeksi di gas ngempos.

 

BTW, jika merujuk pada ejaan yang disempurnakan, penulisan yang benar adalah digas dan bukan di gas. Penulisan di yang dipisah merujuk pada suatu tempat.

 

Oke Honda Beat sendiri menjadi salah satu motor yang banyak digunakan di Indonesia untuk segmen motor metik.

 

Nah bicara soal motor Beat, ternyata ada kalanya motor yang satu ini mengalami masalah yang cukup menggangu yakni ngempos saat digas.

 

8 Penyebab Motor Beat Injeksi Di Gas Ngempos

Lalu, apa sih penyebab dari masalah yang satu ini? Mari kita bahas saja bersama dalam artikel ini. Tetapi, perlu diingat bahwa mungkin apa yang kami paparkan di bawah ini tidak mewakili masalah yang kalian alami.

 

Pada dasarnya, penyebab utama dari motor Beat injeksi digas ngempos adalah karena udara di ruang bakar lebih banyak ketimbang bensin.

 

Karena udara lebih banyak, maka pembakaran jadi tidak maksimal dan membuat motor jadi ngempos. Namun selain dari udara yang terlalu banyak, penyebab ngemposnya suatu motor juga bisa dikarenakan api atau bensin yang kurang oke.

 

Baca Juga7 Penyebab Motor Injeksi Brebet Seperti Kehabisan Bensin


FYI, proses mekanisme mesin motor perlu 3 elemen utama yakni udara, bensin, serta api dari busi. Jika motor bermasalah, maka 3 elemen itu harus diperhatikan.

 

Oke lebih lanjut, berikut penyebab dari motor Beat injeksi digas ngempos:

1. Filter Udara Bermasalah

Penyebab pertama dari motor Beat yang digas malah ngempos adalah filter udara yang bermasalah. Biasanya saat motor ngempos, maka udara terlalu banyak seperti apa yang sudah kami sebutkan di atas.

 

Dan salah satu penyebab udara lebih banyak dari kebutuhan stamdarnya adalah karena filter udara bermasalah baik itu karena dicopot atau dilubangi.

 

Pastikan filter udara ini selalu dipasang dan jika sudah rusak yakni tertutup debu yang tebal, maka usahakan bersihkan filter udara atau ganti jika diperlukan.

 

2. Seal Injektor Rusak

Penyabab lain dari Beat injeksi yang ngempos saat digas ialah adanya kerusakan di area seal injektor yang berfungsi untuk merapatkan injektor dan intake.

 

Kerusakan pada komponen ini sebenarnya jarang terjadi jika motor dalam keadaan standar dan tidak dibongkar-pasang di area injektornya.

 

FYI, saat area intake bermasalah di karet atau seal-nya, maka itu bisa membuat udara yang masuk ke injektor bisa lebih banyak dan bensin dari tangki bensin pun bisa keluar dari celah seal yang sobek tersebut.

 

3. Menggunakan Bahan Bakar Yang Tidak Sesuai

Salah satu penyebab dari ngemposnya Beat injeksi adalah penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai. Ini umum terjadi pada motor secara umum.

 

Coba bereksperimen dengan menggunakan beberapa jenis bahan bakar dengan ukuran oktan yang berbeda-beda.

 

Tetapi sebagai rujukan, kita bisa menggunakan acuan rasio kompresi dari suatu motor untuk menentukan bahan bakar yang cocok.

 

Untuk Honda Beat, berikut rekomendasi bahan bakar berdasarkan rasio kompresi:

  • BeAT eSP, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertalite
  • BeAT PoP eSP, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertalite
  • BeAT Street eSP, rasio kompresi 9,5 : 1, Pertalite
  • All New Honda BeAT Sporty eSP, rasio kompresi 10 : 1, Pertalite atau Pertamax
  • All New Honda BeAT Sporty eSP, rasio kompresi 10 : 1, Pertalite atau Pertamax

 

Ada yang berpendapat jika rasio kompresi bukan satu-satunya acuan dalam menentukan jenis oktan bahan bakar. Tetapi tidak ada salahnya mencoba acuan di atas.

 

4. Menggunakan Knalpot Racing atau Bobok Knalpot

Penyebab yang paling umum lain dari motor Beat injeksi yang ngempos saat digas adalah karena sudah memodifikasi knalpotnya.

 

Perlu diingat, saat knalpot diganti ke knalpot racing atau dibobok, maka tekanan di knalpot akan berbeda dan cenderung lebih plong.

 

Ini tidak bagus jika mesin masih dalam keadaan standar, sebab dapat menyebab mesin jadi ngempos baik di putaran bawah atau menengah.

 

Salah satu opsi yang bisa dilakukan untuk tetap memakai knalpot racing dan tidak ngempos adalah dengan ganti ECU atau remap ECU jika bisa.

 

5. Busi Sudah Rusak

Penyebab ini biasanya ditandai juga dengan motor yang susah hidup saat mesin masih dingin. Busi biasanya sanggup bertahan hingga jarak 10.000 Km.

 

Di periode tertantu, celah busi juga harus distel agar performanya tetap terjaga. Tetapi pada akhirnya jika masa pakai busi sudah habis, ini tentu bisa membuat performa motor jadi bermasalah.

 

Masalah dari busi yang rusak di antaranya adalah mesin susah menyala, mesin mudah mati, mesin brebet, hingga mesin ngempos.

 

6. Celah Klep Tidak Sesuai

Ini terjadi jika motor sudah dalam usia pakai yang sangat lama atau jauh (Misal sudah 5 atau 8 tahun dipakai harian dan belum pernah overhaul).

 

Celah klep sendiri harus diatur sesuai dengan celah yang telah ditentukan. Dan jika tidak sesuai, maka ini bisa membuat mesin motor jadi tidak normal.

 

7. Sensor Injektor Kotor

Penyebab lain dari motor Beat yang ngempos saat digas adalah sensor injektor yang kotor, ini bisa terjadi karena kita menggunakan bensin yang tidak berkualitas, misal ada pasirnya.

 

Sensor injeksi yang kotor dapat membuat semprotan campuran bahan bakar jadi tidak sesuai, dan bisa membuat brebet atau ngempos tergantung dari komposisi bahan bakar yang error atau tidak sesuai tadi.

 

Untuk mengatasi ini, kita bisa menyemprotkan cairan pembersih injektor via saringan udara. Tetapi jika sudah parah, kita harus membongkar dan membersihkan kotoran di sensor injektor dengan sikat khusus.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



 Info Loker Bandung Raya:


Lihat lebih banyak info loker....