-->

Begini Kisah Pemudik Yang Berjalan Kaki dari Gombong Ke Soreang Bandung, Modal 120 Ribu !

 

Begini Kisah Pemudik Yang Berjalan Kaki dari Gombong Ke Soreang Bandung, Modal 120 Ribu !
Ilustrasi pejalan kaki. Sumber: pixabay

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kisah pemudik yang nekat berjalan kaki dari Gombong Jawa Tengah menuju Soreang Jawa Barat baru-baru ini menghebohkan jagat maya.

 

Dani beserta istri dan kedua anaknya berjalan kaki dari Gombong, Kebumen Jawa Tengah menuju Soreang, Kabupaten Bandung Jawa Barat.

 

Update: Bikin Malu, Pemudik Yang Jalan Kaki dari Gombong ke Soreang Ternyata Bohong !!!


Menariknya, jarak antara Gombong dan Soreang ini hampir sejauh 300 Km dan akan sangat melelahkan bila ditempuh dengan cara berjalan kaki.

 

Diketahui, mereka nekat melakukan mudik dengan cara berjalan kaki karena terkendala dengan ongkos. Mereka pun hanya berpegang pada ongkos sebesar 120 ribu rupiah sebagai bekal di perjalanan.

 

Dani dan istri beserta kedua anaknya berangkat dari Gombong pada Minggu 2 Mei 2021 selepas Ashar.

 

Keluarga ini melakukan perjalanan setelah shalat Subuh, saat sinar matahari mulai terasa terik, mereka menepi untuk melepas lelah sejenak.

 

Perjalanan akan mereka lanjutkan kembali setelah Ashar, saat matahari mulai tidak terlalu terik. Setelah matahari telah kembali terbenam di barat, mereka akan menghentikan langkahnya. Mereka biasanya akan menepi lagi sekitar pukul 8 malam.

 

Biasanya, mereka akan mencari SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) atau masjid sebagai tempat beristirahat.

 

Namun, mereka juga pernah berjalan hingga jam 11 malam karena tak menemukan SPBU atau pun masjid.

 

Lebih lanjut, Dani menceritakan bahwa mereka terpaksa nekat mudik dengan berjalan kaki karena tak lagi punya uang. Sisa gaji yang mereka miliki hanya sebesar Rp. 120.000.

 

Sebelumnya Dani sempat bekerja pada tempat konveksi di Gombong, namun pendapatannya hanya cukup untuk membayar kontrakan dan makan.

 

Kini, ia sudah tidak bekerja dan memutuskan untuk pulang ke Bandung. Uang perbekalan sebesar 120 ribu yang ia bahwa digunakan untuk membeli makan dan minum.

 

Terakhir, ia bercerita bahwa sepanjang perjalanan dari Gombong, mereka bertemu banyak orang baik yang mau memberikan makan dan minum untuk anak dan keluarga.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan banyak typo di artikel ini...
x