Cara Memperbaiki Aki Kering Yang Cepat Habis, Efektifkah ??

Table of Contents

 

Cara Memperbaiki Aki Kering Yang Cepat Habis, Efektifkah ??


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai cara memperbaiki aki kering yang cepat habis.

 

Aki, salah satu komponen kelistrikan bodi yang perannya cukup vital, terlebih untuk motor-motor terkini yang banyak menyediakan fitur kelistrikan.

 

Aki sendiri fungsinya adalah untuk menampung daya listrik yang sebelumnya dihasilkan oleh spull dan dikonverter oleh kiprok.

 

Nah sama seperti komponen kelistrikan lain, aki atau accumulator (accu) ini juga memiliki usia pakai yang mana jika semakin lama digunakan, maka kemungkinan performanya akan menurun.

 

Lamanya usia pakai ini bergantung pada beberapa faktor seperti kualitas aki, penggunaan, serta perawatan yang dilakukan.

 

Nah salah satu penyakit atau kendala pada aki yang sudah berusia tua adalah aki yang cepat habis.

 

Hal tersebut sebenarnya wajar, sebab jika aki sudah lama digunakan apalagi sampai menahun, maka kemungkinan performanya dalam menjaga daya listrik akan semakin berkurang.

 

Kondisi ini sendiri sering disebut sebagai drop atau soak, yakni kondisi aki yang tidak mampu menjaga daya listrik agar tetap bertahan lama berada pada aki.

 

Baca JugaBeda Aki Soak dan Kurang Setrum, Pahami Baik-Baik Sob !!!

 

Peringatan: Aki yang drop atau soak akan susah untuk diperbaiki, mungkin masih dapat dipakai, tetapi tetap tidak akan optimal sehingga opsi realistisnya adalah dengan cara ganti baru.

 

Di atas, kami sudah berikan peringatan, tetapi jika kalian masih berusaha untuk berhemat, berikut cara memperbaiki aki kering yang cepat habis:

1. Hindari Penggunaan Sistem Kelistrikan Bodi Secara Berlebihan

Yang pertama adalah dengan menghindari penggunaan sistem kelistrikan bodi secara berlebihan. Jika kita gunakan lampu depan yang tidak standar dalam artian memiliki watt yang lebih besar dari spesifikasi awal, maka sebaiknya ganti ke yang standar guna membuat aki tidak terbebani.

 

Lalu jika lampu depan kalian selalu standby dan tidak dapat mati, maka sebaiknya lakukan modifikasi berupa penyematan tombol on-off untuk lampu depan agar kita dapat menghemat daya baterai dengan menggunakan lampu depan seperlunya.

 

2. Pastikan Sistem Pengisian Berfungsi

Jika aki yang kita miliki ternyata masih baru misal baru 1 – 6 bulanan lalu ternyata masih saja cepat habis, maka pastikan sistem pengisian berfungsi.

 

Sistem pengisian yang harus dicek meliputi spull/ magnet, lalu kiprok/ regulator, hingga sikring yang berkenaan dengan jalur kiprok ke aki.

 

3. Isi Accu Zuur dan Cas Ulang Aki

Cara ini sebenarnya tidak direkomendasikan, terlebih oleh produsen aki kering. Hal tersebut karena tutup aki kering tidak direkomendasikan untuk dibuka.

 

Sedangkan accu zuur sendiri adalah air aki yang mana pada beberapa tipe aki kering juga terdapat air aki, hanya saja memang takarannya yang tidak terlalu banyak.

 

Opsi ini biasanya ditemukan pada bengkel-bengkel rekondisi aki, tetapi sekali lagi tidak direkomendasikan karena performanya pun setelah mengisi air zuur ini tidak akan membuat aki jadi 100 persen fit.

 

4. Ganti Baru

Ini bukan cara memperbaiki, tetapi menjadi solusi untuk pengembalian performa kelistrikan bodi secara keseluruhan.

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa aki yang sudah bertahun-tahun digunakan maka akan membuat performanya berkurang.

 

Aki sendiri adalah baterai secara definisi umum, dan baterai lambat laun pasti akan rusak. analoginya adalah seperti baterai Hp yang sudah lama digunakan, maka lama-lama akan rusak atau drop bahkan tanpa disertai tanda-tanda overcharge (kembung).

 

Oleh karenanya jika aki sudah digunakan selama bertahun-tahun dan daya penyimpanan listriknya berkurang (cepat habis) maka opsi realistisnya adalah dengan cara kita ganti aki ke aki baru.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)