Banyak Operasi Knalpot Bising, Akun Sosmed Vlogger Ini Kok Banyak Direport?

Table of Contents


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Ada kabar cukup menarik belakang ini sejalan dengan maraknya operasi lalu lintas yang menekankan penindakan pada pemotor yang menggunakan knalpot bising.

 

Yips, kabar tersebut adalah direport atau dilaporkannya secara massal akun sosmed dari seorang vlogger.

 

Bahkan, aksi pelaporan tersebut kami pantau secara masif ada di beberapa grup otomotif Facebook.

 

Ada apa gerangan? Rupanya, sosok vlogger tersebut adalah orang yang dulu menerobos ring 1 dan dipercaya oleh banyak orang sebagai awal mula maraknya operasi atau razia knalpot bising.

 

Banyak user akun sosial media yang beramai-ramai melaporkan akun sosmed vlogger tersebut seperti di instagram hingga pada akun Youtube.


Banyak Operasi Knalpot Bising, Akun Sosmed Vlogger Ini Kok Banyak Direport?


 

Kami sengaja sensor nama-nama orang pada gambar di atas.

 

Memang, diakui atau tidak, sejak insiden penerobosan ring 1 yang disertai dengan aksi arogan “viral-viral”, membuat intensitas operasi terlebih pada knalpot bising semakin meningkat.

 

Meningkatnya operasi tersebut bahkan membuat beberapa produsen hingga distributor knalpot racing angkat bicara.

 

Baca JugaOperasi Knalpot, Distributor Yoshimura Minta Polisi Gunakan Alat Tes Kebisingan

 

Tetapi dari pandangan kami, mencari kambing hitam untuk sekarang ini bukanlah hal yang tepat.

 

Sebab apa? Sebab menggunakan knalpot bising memang melanggar aturan. Tetapi kami juga tidak membenarkan penindakan knalpot racing yang tidak sesuai aturan misalnya dengan dihancurkan atau disuruh dengar suara knalpot.

 

Baca JugaBiaya Denda Tilang Karena Pakai Knalpot Racing / Brong

 

Selain itu, yang jadi permasalahan sekarang adalah banyak publik yang kurang puas, sebab penindakan knalpot racing disamaratakan dengan penindakan knalpot bising.

 

Faktanya, tidak semua suara knalpot racing melanggar aturan batas minimum dB yang telah ditetapkan.

 

Ironisnya, kadang menyamaratakan tersebut diambil dengan tanpa menghadirkan bukti penindakan yang kuat, misalnya saja dengan menggunakan dB meter atau alat tes kebisingan.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)