-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Fungsi AIS (Air Induction System) Pada Motor


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai fungsi dari AIS pada motor.

 

Sob, kami cukup tertarik untuk membahas salah satu komponen yang biasanya ada kendaraan-kendaraan bermotor keluaran teranyar yang masih menggunakan karbu.

 

Yups, adalah AIS yang belakang banyak ditanyakan via mbah Google mengenai definisi dan fungsi atau cara kerjanya.

 

Fungsi AIS (Air Induction System) Pada Motor

Bagi kami yang menggunakan Yamaha Byson karbu, tentu tidak asing dengan komponen pada kendaraan bermotor yang satu ini.

 

Nah untuk kalian yang penasaran dengan apa itu AIS dan apa fungsi dari AIS pada motor, maka simak saja beberapa sub bab di bawah ini.

 

Pengertian AIS Pada Motor

AIS merupakan singkatan dari Air Induction System atau bila kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah sistem induksi udara.

 

AIS ini biasanya akan merentetkan beberapa komponen seperti selang dan konektor di antara kepala silinder dengan tabung filter udara.

 

Sedangkan secara ilmiah, AIS ini didefinisikan sebagai berikut:

Air Induction System (AIS) merupakan suatu teknologi yang berfungsi untuk mengendalikan kadar emisi gas buang pada kendaraan bermotor, dimana dengan Air Induction System ini, gas buang akan bercampur dengan udara bersih didalam saluran buang (Exhaust) untuk dapat bereaksi kembali sehingga ketika gas ini keluar dari knalpot menuju atmosfer, gas ini akan lebih aman terhadap lingkungan. Ellyanie dalam Jurnal Rekayasa Mesin, VOL. 9 No. 3 (2009: 58).

 

Fungsi AIS Pada Motor

Secara garis besar, AIS memiliki fungsi untuk menekan emisi gas buang dengan menyuntikan udara bersih ke jalur gas buang melalui kepala silinder. AIS ini biasanya diaplikasikan untuk motor-motor jenis karbu yang ingin lolos emisi Euro 3.

 

Adapun penuturan dalam Ellyani (2009: 58), menjelaskan cara kerja dari AIS sebagai berikut:

AIS bekerja untuk menginduksikan udara bersih menuju sistem pembuangan gas sisa pembakaran, dimana udara bersih itu dapat mengalir karana adanya hisapan dari intake manifold yang terjadi karena adanya gerak translasi dari piston pada ruang bakar yang dihubungkan ke lubang hisap pada AIS.

 

Jadi secara garis besar, AIS ini memiliki fungsi untuk membuat motor menjadi lebih ramah lingkungan dengan cara menginduksi udara bersih ke sistem pembuangan.

 

Secara emisi gas buang, AIS memang direkomendasikan karena dapat membuat kendaraan bermotor jadi lebih “go green”. Namun pada beberapa kasus untuk penggunaan sehari-hari, lubang AIS ini sering disumpal atau dimatikan karena membuat kinerja dari kendaraan bermotor menjadi kurang keluar.

 

AIS sendiri sering jadi “tertuduh” atas mendetnya akselerasi dari motor dengan jenis karbu. Selain itu, AIS juga menjadi “biang keladi” dari knalpot motor yang nembak-nembak.

 

Oleh sebab itu, maka jangan heran jika banyak yang mencoba menyumpal lubang AIS pada motor. Hal tersebut bertujuan guna kepentingan akselerasi dari motor, namun secara emisi gas buang, menyumpal AIS sama sekali tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan emisi gas buang jadi lebih buruk.

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript