★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Bahaya Menerobos Banjir Menggunakan Sepeda Motor

Bahaya Menerobos Banjir Menggunakan Sepeda Motor
Foto Sumber: Facebook/ Malowe



Assalamu’alaikum.
Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai bahaya dari menerobos banjir menggunakan sepeda motor.


Sob, sekarang Bulan Februari dan diprakirakan merupakan puncak dari musim hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

Dengan demikian, maka wajar adanya bila di beberapa daerah di Indonesia menjadi “sarang” bencana banjir (selain faktor hujan, kebiasaan buruk membuang sampahsembarangan juga jadi faktor lain).

Banjir sering mengakibatkan suatu daerah menjadi lumpuh dan terisolir, hal tersebut dikarenakan biasanya banyak akses jalur darat yang terputus.

Mobil, bus, truk, dan alat transportasi darat lainnya cenderung akan menghindari banjir dikarenakan banyak bahaya yang dapat mengintai.

Sama halnya dengan moda transportasi lain, sepeda motor pun akan memiliki resiko yang berdampak buruk bila dipaksakan untuk menerobos banjir.

Apa sajakah itu?


CATATAN; BANJIR YANG BERPOTENSI MEMBAHAYAKAN SEPEDA MOTOR DAN PENGGUNANNYA ADALAH BANJIR YANG KETINGGIANNYA SUDAH MELEBIHI BLOK KOPLING MOTOR.


1. Mogok

Hal pertama adalah motor menjadi mogok. Lumrah ya sepertinya, apabila banyak motor yang menerobos banjir namun ujungnya didorong karena mesin mati karena diterjang air. Biasanya motor yang mogok ketika banjir adalah motor yang posisi mesinnya “tidur” dan biasanya digunakan oleh mesin-mesin berkapasitas cc kecil (70 cc - 135 cc). Posisi motor yang tidur atau sejajar horizontal dengan blok kopling biasanya memiliki ketinggian busi yang rendah, sehingga apabila terendam banjir, maka mesin akan lebih mudah mogok.

2. Korsleting Pada Motor

Mungkin kita sudah tidak aneh dengan dampak negatif dari menerobos banjir yang satu ini. Yups, korsleting atau hubungan arus pendak pada motor. Sob, ketika musim hujan dan banjir tiba, biasanya PLN akan memadamkan arus listrik, kenapa? Hal tersebut bertujuan agar meminimalisir terjadinya hubungan arus pendek listrik di pemukiman penduduk. Sama halnya dengan motor yang menggunakan sistem kelistrikan, ketika menerobos banjir, tak jarang banyak motor yang mengalami korsleting pada kelistrikannya. Bila hanya terjadi pada motor mungkin tidak mengapa, namun bayangkan jika hubungan arus pendek tersebut juga terkena pada bagian tubuh manusia?? Mendingnya lagi bila arus yang korslet adalah arus DC atau searah, bagaimana jika AC atau arus bolak-balik??

3. Motor Jadi Karatan

Selanjutnya adalah motor jadi karatan, ini pengalaman kami sih hehe. Jadi ceritanya di daerah Cangkorah menuju Batujajar Bandung Barat, tepatnya depan SMK Mahardika. Dimana jalan tersebut memang langganan banjir karena disinyalir sistem drainasenya sangat buruk. Banjirnya pun tidak tanggung-tanggung, kurang lebih selutut kami saat kami menggunakan Yamaha Byson kami. Nah karena waktu sudah mulai gelap dan kami dikejar waktu maghrib serta dead line, akhirnya kami putuskan untuk menerobos banjir saja, memang motor tidak kenapa-kenapa, tapi besoknya ketika kami mencuci motor, tiba-tiba banyak sekali area rangka dan besi lainnya pada motor yang terkena karat. Hmmmmm.

4. Oli Jadi Putih

Sob, ketika oli mesin dicampur dengan air, maka kosekuensinya adalah oli akan berubah warnanya menjadi putih. Warna putih tersebut juga menandakan bahwa oli sudah tidak layak lagi digunakan. Biasanya ketika oli tercampur air dan tidak disadari oleh kita hingga kita gunakan seperti biasa, maka efek buruknya adalah banyak komponen yang jadi aus. Selain itu, pada beberapa kasus, karena kadar  airnya tidak menghilang secara sempurna, maka sistem pengapian pada ruang bakar menjadi kurang sempurna.


5. Stang Seher Bengkok

Selanjutnya adalah stang seher menjadi bengkok. Sob, mungkin masih ingat bila kita menerobos banjir, kemungkinan mesin motor akan mati karena busi terendam banjir? Nah kemungkinan penyebab stang seher bengkok adalah karena air merembas pada ruang bakar, sehingga mengakibatkan pergerakan piston yang ingin bergerak dari Titik Mati Bawah (TMB) menuju Titik Mati Atas (TMA) tertahan secara paksa oleh rembesan air yang menyelinap masuk menuju ruang bakar. Analoginya mungkin ketika kita dengan penuh tenaga ingin menghantam sesuatu, namun ternyata sesuatu tersebut malah menghantam balik karena ada sistem yang tidak berjalan dengan semestinya.

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, banjir memang bencana dari Tuhan semesta alam, namun tak jarang sebetulnya malah manusia sendiri yang mengakibatkan banjir tersebut. oleh karenanya semoga kita bisa lebih bijak terutama setelah membaca artikel ini.
Wassalamu’alaikum.
Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript