Patroli Gabungan Diperkuat, Bandung Siaga Jaga Keamanan Warga dan Wisatawan Saat Liburan 2026

Satupiston.com - Kota Bandung memperkuat sistem pengamanan wilayah melalui patroli gabungan berskala besar guna mengantisasi potensi kejahatan jalanan selama periode liburan 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga rasa aman masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari strategi preventif yang menitikberatkan pada pencegahan gangguan keamanan sebelum terjadi di ruang publik.
Pemerintah Kota Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi menggelar Apel Patroli Gabungan Antisipasi Kejahatan Jalanan 2026 pada Jumat malam, 12 Juni 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, aparatur kewilayahan, serta sejumlah instansi pendukung lainnya.
Penguatan patroli dilakukan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan yang biasanya terjadi pada masa liburan.
Pemerintah daerah memandang keamanan sebagai faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan warga maupun citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa patroli gabungan bukanlah program baru, melainkan penguatan dari kegiatan pengamanan rutin yang selama ini telah berjalan di berbagai wilayah kota.
Menurutnya, peningkatan intensitas patroli diperlukan karena Bandung diproyeksikan menerima lonjakan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan selama musim liburan tahun ini.
Pemerintah kota menilai kondisi keamanan yang kondusif akan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Keamanan yang terjaga juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang kota.
Dalam pelaksanaannya, patroli gabungan melibatkan sekitar 350 personel yang berasal dari berbagai institusi.
Jumlah tersebut didukung sekitar 100 kendaraan operasional roda dua dan roda empat yang disiagakan untuk menjangkau berbagai titik strategis di Kota Bandung.
Kekuatan personel dan armada tersebut dirancang agar proses pemantauan wilayah dapat dilakukan secara lebih efektif dan responsif.
Kapolrestabes Bandung menjelaskan bahwa seluruh personel dibagi ke dalam tiga zona patroli utama yang meliputi wilayah Barat, Tengah, dan Timur.
Pembagian zona dilakukan untuk memastikan seluruh kawasan kota memperoleh pengawasan yang merata tanpa ada wilayah yang terlewat dari pemantauan petugas.
Strategi tersebut juga memungkinkan setiap tim bergerak lebih cepat ketika menemukan potensi gangguan keamanan maupun laporan dari masyarakat.
Selain memantau titik keramaian, petugas juga melakukan pengawasan terhadap lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi pada malam hari.
Kawasan pusat aktivitas masyarakat, jalur wisata, ruang publik, dan sejumlah ruas jalan utama menjadi bagian dari fokus pengamanan.
Patroli gabungan mengedepankan pendekatan preventif dibandingkan tindakan represif.***