Cara Mengatasi Handle Rem Pada Sistem Rem Cakram Yang Terlalu Empuk Adalah dengan Seperti Ini!
Bagaimana cara mengatasi handle rem pada sistem rem cakram yang terlalu emuk? Adalah suatu masalah besar jika sampai hendle rem pada motor terlalu empuk, bahkan jika sampai ngeloss.

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Ketika handle rem
pada sepeda motor terasa terlalu empuk, ini bisa menjadi masalah serius yang
memengaruhi keamanan berkendara.
Handle rem yang empuk bisa membuat respons rem menjadi
lambat, bahkan tidak efektif, yang dapat mengakibatkan risiko kecelakaan.
Salah satu solusi yang sering digunakan untuk mengatasi
masalah ini adalah dengan melakukan air bleeding pada sistem hidrolik rem.
Namun, sebelum melangkah ke proses tersebut, mari kita
pahami lebih dalam tentang penyebab handle rem yang terlalu empuk dan bagaimana
air bleeding dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Penyebab Handle Rem yang Terlalu Empuk
- Udara (bahasa Inggrisnya “air) Terperangkap dalam Sistem Hidrolik Rem: Udara yang terperangkap dalam sistem hidrolik rem adalah penyebab utama handle rem yang terlalu empuk. Udara ini dapat masuk ke dalam sistem selama penggantian cairan rem atau perbaikan sistem rem.
- Kampas Rem Aus atau Tidak Sesuai: Meskipun handle rem terasa empuk, bukan berarti masalahnya selalu terletak pada sistem hidrolik. Kampas rem yang aus atau tidak sesuai dengan spesifikasi juga dapat memengaruhi kinerja rem.
- Minyak Rem Tidak Sesuai Takaran: Jumlah minyak rem yang tidak sesuai takaran juga dapat memengaruhi respons rem. Minyak rem yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu kinerja sistem rem.
Solusi: Air Bleeding pada Sistem Hidrolik Rem
Air bleeding adalah proses mengeluarkan udara yang
terperangkap dalam sistem hidrolik rem.
Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya cairan rem
yang mengisi sistem, sehingga handle rem akan terasa lebih keras dan responsif.
Berikut langkah-langkah yang perlu kalian lakukan:
1. Persiapan Alat dan Bahan:
Sebelum memulai proses air bleeding, pastikan kalian
memiliki semua alat dan bahan yang diperlukan. Ini termasuk kunci pas dengan
ukuran 8 mm untuk baut pembuangan di kaliper rem, selang khusus air bleeding,
cangkir atau botol kecil, obeng plus untuk membuka penutup wadah minyak rem, dan
minyak rem yang sesuai takaran.
2. Pemeriksaan Awal:
Periksa status kampas rem dan minyak rem terlebih dahulu.
Pastikan kampas rem masih dalam angka toleransi dan minyak rem sudah sesuai
takaran yang dianjurkan.
3. Proses Air Bleeding:
- Tempatkan sepeda motor di tempat yang rata dan aman. Pastikan juga tangki minyak rem tetap penuh.
- Gunakan kunci pas untuk membuka mur tutup air bleeder pada kaliper rem.
- Pasang selang khusus air bleeding pada ujung bleeder dan masukkan ujung lainnya ke dalam cangkir atau botol kecil yang berisi minyak rem.
- Dengan bantuan orang lain, tekan handle rem sambil menjaga agar tutup air bleeder terbuka.
- Udara yang terperangkap dalam sistem akan keluar melalui selang air bleeding. Pastikan untuk menutup kembali bleeder ketika handle rem dilepas.
- Lakukan proses ini berulang-ulang hingga tidak ada udara yang keluar dari selang air bleeding dan handle rem terasa lebih responsif.
4. Pengecekan dan Penyetelan:
Setelah selesai melakukan air bleeding, periksa kembali
handle rem. Pastikan bahwa handle rem terasa lebih keras dan responsif. Jika
perlu, lakukan penyetelan kembali pada kabel rem untuk memastikan kinerja rem
yang optimal.
5. Pemeliharaan Rutin:
Selain melakukan air bleeding, pemeliharaan rutin pada
sistem rem juga sangat penting. Pastikan untuk memeriksa kesehatan sistem rem
secara berkala dan lakukan penggantian minyak rem sesuai jadwal yang ditentukan
oleh pabrikan.
Dengan melakukan langkah-langkah di atas secara teratur,
kalian dapat menjaga kinerja sistem rem cakram kalian tetap optimal dan
menghindari masalah handle rem yang terlalu empuk.
Ingatlah bahwa keamanan berkendara sangatlah penting, jadi
pastikan untuk selalu memeriksa kondisi rem sepeda motor kalian secara berkala.
Wassalamu’alaikum.