7 Jenis e-Commerce dan Contohnya di Indonesia
Jenis e-commerce dan contohnya akan tersaji di artikel ini. Jadi buat yang masih penasaran, yuk simak artikel ini hingga beres agar sama-sama dapat ilmunya.
Satupiston.com –
Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas
mengenai jenis-jenis e-commerce.
Apakah kamu melihat rumah nenek? Mungkin itu adalah salah
satu cuplikan kartun Dora yang pernah menghiasi acara TV kalian waktu kecil.
Tetapi bukan itu yang akan dibahas di artikel ini, sebab
tidak ada hubungannya.
Berbicara mengenai e-commerce, ini adalah salah satu jenis
bisnis yang banyak berkembang di 1 dekade terakhir.
e-Commerce sendiri bila mau diartikan artinya adalah
perdagangan elektronik atau dalam tafsirnya akan jadi suatu perdagangan
(bisnis) baik produk atau jasa yang dilakukan secara online atau daring atau
digital.
Dan tentunya, ada beberapa model dalam bisnis via e-commerce
ini, yakni sebagai berikut:
Jenis-jenis e-Commerce dan Contohnya
Setidaknya ada 7 macam e-commerce yang biasanya ada di
Indonesia yakni sebagai berikut:
1. B2B atau Business to Businees
Ini adalah tipe e-commerce yang memberikan layanan atau pun
penjualan pada sesama bisnis lagi (bisnis ke bisnis).
Contohnya adalah perusahaan Google yang memberikan layanan
jasa pada beberapa perusahaan yang bergera di e-commerce.
Atau ada juga perusahaan pembuat website yang menyediakan
layanan pada para perusahaan (perusahaan hosting misalnya).
2. B2C atau Business to Consumer (customer)
B2C adalah jenis e-commerce yang banyak ditemui di
Indonesia, di mana ini adalah pihak bisnis atau perusahaan yang menjual produk
pada pelanggan atau konsumen.
Sebelum memberikan contohnya, kami akan bisikan terlebih
dahulu mengenai perbedaan cosumer dan customer.
Di mana consumer ini merupakan konsumen (pengonsumsi atau
pembeli tingkat akhir). Sedangkan untuk customer ini bisa diartikan sebagai
pelanggan (pelanggan ini bisa jadi konsumen dan bisa jadi akan menjual lagi).
Contoh B2C adalah perusahaan seperti Honda, Yamaha, Suzuki,
hingga Kawasaki yang membuka situs penjualan sendiri agar bisa memudahkan
pelanggan untuk membeli produknya secara online (nantinya bisa langsung membeli
via situs atau diarahkan ke dealer terdekat).
3. C2C atau Customer to Consumer
C2C ini sebenarnya merupakan customer to costumer atau paun
consumer to consumer. Di mana ini contohnya sangat nyata di era sekarang.
Contohnya adalah ketika para pengguna layanan di marketplace
online yang menjual barangnya ke pihak konsumen.
Misal ada pengguna Tokopedia dan Shopee yang berstatus
sebagai customer aplikasi tersebut dan kemudian membuka toko dan berjualan.
Ketika ada konsumen, maka pihak penjual yang menjadi
pelanggan dari aplikasi Tokped hingga Shopee ini telah menjalankan sistem
bisnis C2C.
4. C2B atau Consumer to Business
Dapat dikatakan, ini adalah model e-commerce di mana pihak
perorangan (konsumen) yang menawarkan produk berupa jasa atau pun produk pada
pihak bisnis (perusahaan).
Misalnya saja adalah ketika ada seorang pembuat website yang
menawarkan jasa pembuatan website pada suatu perusahaan.
Kenapa tidak direkrut saja oleh perusahaan? Untuk pembuatan
website sendiri ada beberapa model penanganan.
Yakni ada yang sekali jadi, hingga ada yang sekalian diisi
dan dirawat jika nantinya ada kendala.
Pihak perusahaan biasanya punya plan tersendiri pada situs
website mereka. Jika hanya sekedar profil, tentu hanya perlu sekali buat saja.
Tetapi jika situs webnya sudah seperti Tokped dan
sejenisnya, tentu perlu perekrutan karyawan.
Ya kembali lagi, ini berhubungan dengan biaya atau gaji para
seorang programmer itu sendiri.
5. B2G atau Business to Government
Ini adalah model bisnis di mana pihak perusahaan memberikan
layanan pada pihak lembaga pemerintahan.
Biasanya ini dilakukan oleh pihak swasta pada pihak
pemerintah. Contohnya adalah soal pengadaan kendaraan dinas di acara
internasional beberapa waktu lalu.
6. C2G atau Consumer to Grovernment
Yakni pihak pelanggan atau konsumen yang memberikan transaksi
ke suatu lembaga pemerintah untuk mendapatkan feed back.
Semisal membayar pajak, BPJS, tagihan listrik, dan lain
sebagainya.
7. O2O atau Online to Offline

Yakni layanan yang dilakukan secara online dan juga offline.
Biasanya ini dilakukan aplikasi Gojek dan Grab yang menjajakan layanan via sistem online dan dieksekusi secara
offline.
Tetapi ini hanya berlaku untuk layanan Gojek dan Grab di
sektor ojek atau taxi online-nya saja.
Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga
bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.