Contoh B2C di Indonesia itu Apa Saja? Ini 3 Contoh di Sektor Otomotif

Table of Contents

Contoh B2C di Indonesia itu apa saja sih? Sektor industri otomotif banyak mengusung model bisnis B2C itu. Tetapi apa itu B2C dalam berbisnis? Simak artikel ini untuk mendapatkan jawabannya.

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai B2C di Indonesia.

 

Bila ditelisik dari model bisnis yakni cara menyajikan layanan atau produk ke suatu target, maka B2C ini akan jadi salah satu model penargetan produk atau layanan yang banyak dilakukan di Indonesia.

 

Bahkan ini juga menjurus pada sektor otomotif yang banyak menggunakan permodelan bisnis ini.

 

Apa itu B2C?

Contoh B2C di Indonesia itu Apa Saja?


B2C artinya adalah Business to Customer atau bisa juga Business to Consumer.

 

Apa yang membedakan customer dan consumer? Customer masih cukup luas yakni dimaknai sebagai pelanggan. Jadi di dalam customer bisa jadi ada consumer.

 

Lalu, apa itu consumer? Consumer adalah konsumen atau pengonsumsi tahap akhir.

 

Customer atau pelanggan sendiri bisa jadi nantinya menjual lagi suatu produk namun statusnya bukan perusahaan atau bisnis yang besar.

 

Misalnya saja, kita yang beli beberapa oli mesin dan kemudian menjual salah satunya ke rekan kita yang tengah butuh oli mesin.

 

Sebelum membahas lebih juah, mungkin akan ada yang penasaran, kenapa penulisannya adalah B2C dan bukan BTC?

 

Salah satu alasannya adalah karena angka 2 (two) dalam bahasa Inggris akan terdengar seperti kata “to”.

 

Adapun business to consumer atau business to customer artinya adalah bisnis ke konsumen atau bisnis ke pelanggan.

 

Di sini yang perlu digaris bawahi adalah jika produk atau layanan yang diberikan akan dipasarkan atau dijual secara langsung pada konsumen atau pelanggan tanpa melalui pihak bisnis lain.

 

Contoh B2C di Indonesia itu Apa Saja?

Bila berbicara mengenai contohnya, salah satunya adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan Sepeda Motor dan Mobil Yang Menjual Produknya ke Pelanggan

Dealer motor dan mobil menerapkan konsep bisnis B2C, di mana mereka menjual kendaraan bermotor pada konsumen.

 

Di sini, jika dealer menjualnya via bank atau leasing, maka konsepnya bukan B2C lagi melainkan B2B atau Business to Business (bisnis ke bisnis).

 

Untuk B2B sendiri, dealer menjual produknya ke bank atau leasing untuk kemudian lembaga keuangan tersebut menjual (kredit) pada konsumen lembaga keuangan tersebut.

 

Jadi tergantung bagaimana cara membelinya, namun jika secara cash, maka akan jadi B2C. Sedangkan jika kredit via lembaga keuangan, maka akan jadi B2B dulu kemudian antara lembaga keuangan dengan konsumen jadi B2C.

 

2. SPBU Pertamina Yang Menjual Bahan Bakar Minyak

Ini sudah sangat jelas ya, di mana Pertamina yang menjual bensin ke pemilik kendaraan menjadi suatu contoh model bisnis B2C.

 

Tetapi lain kisah jika yang membelinya adalah pemilik Pertamini, di mana ini akan menjadi B2B.

 

3. Lembaga Keuangan dengan Konsumen

Seperti yang disinggung sebelumnya, jika ada lembaga keuangan baik bank atau leasing yang memberikan kredit kendaraan pada konsumennya, maka ini akan menjadi B2C.

 

Tetapi antara lembaga keuangan dengan dealer akan menjadi B2B karena transaksi dilakukan antara perusahaan dengan perusahaan dan dengan tujuan untuk dijual lagi.

 

Ada lagi tambahan dari kalian? Masih ada banyak contoh konsep B2C dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sisanya mungkin bisa di-improve oleh kalian mengenai model-model usaha lain yang menggunakan pendekatan B2C ini.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)