Bahan Tear Off Helm itu Dari Apa?

Table of Contents

Bahan tear off helm itu dari apa sih? Untuk menjawab itu semua, mari kita bahas saja di sini agar sama-sama semakin paham dengan maksudnya.

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas mengenai tear off.

 

Bagi para pecinta helm, salah satu komponen yang kerap disematkan pada helmnya adalah tear off.

 

Ini merupakan komponen yang secara umum memang punya fungsi karena digunakan di ajang-ajang balap seperti MotoGP dan F1.

 

Namun untuk harian, sebenarnya ada plus dan minusnya. Tetapi sebelum bahas plus minusnya, kita bahas dulu mengenai bahan baku dari tear off itu sendiri.

 

Bahan Tear Off Helm itu Dari Apa?

Bahan Tear Off Helm itu Dari Apa?


Secara umum, tear off terbuat dari semacam plastik tipis dan tidak begitu kaku.

 

Ini biasanya dipasang di bagian depan kaca helm untuk meminimalisir efek dari kerikil yang menggores kaca helm hingga membuat visor jadi lebih mudah untuk dibersihkan (nanti kita bahas di sub judul berikutnya).

 

Namun jika berselancar di toko online, tear off ini bahan bakunya cukup beragam (meski secara umum terbuat dari plastik).

 

Misalnya saja yang hanya terbuat dari plastik mika hingga yang terbuat dari kaca film dengan lapisan khusus (seperti anti UV, clear, lapisan iridium dan sejenisnya).

 

Di MotoGP sendiri, sempat ada kejadian di mana motor Jack Miller matot dan setelah diselidiki, ternyata tear off milik Quartararo yang dibuang ke lintasan tersedot ke AIR RAM motor Jack Miller.

 

Apakah Tear Off Cocok Untuk Helm Harian?

Bisa saja tear off ini digunakan untuk harian, ya agar visor atau kaca helm tidak mudah rusak atau tergores oleh kerikil yang ada di jalan.

 

Tear off juga bisa membuat visor mudah untuk dibersihkan. Kenapa? Sebab jika tear off sudah kotor karena debu dan sejenisnya, maka tinggal dicabut atau dibuang saja.

 

Ini berbeda jika kaca helm tidak pakai tear off di mana jika ada debu atau kotoran, maka harus dilap terlebih dahulu.

 

Nah jika mengerti dengan kalimat di atas, mungkin kalian akan paham, di mana tear off ini secara umum hanya digunakan untuk sekali pakai.

 

Jadi jika sudah riding dan ternyata tear off kotor, maka langsung dibuang atau dicopot/

 

Tear off berbeda dengan anti fog yang usia pakainya lebih panjang. Tear off cukup mustahil berusia hingga tahunan.

 

Sebab jika lama dibiarkan terpasang di visor helm, maka efeknya bisa membuat pandangan terganggu karena tear off sendiri bisa mengalami penurunan dari segi pengelihatan.

 

Jadi jika untuk harian, sebenarnya kurang direkomendasikan. Kecuali memang digunakan untuk sekali pakai.

 

Misal tiap hari OTW 5 kali dalam 7 hari, maka siapkan 5 tear off untuk dipakai dengan 1 tear off tiap hari dibuang.

 

Sebenarnya sih, tear off ini biasanya dalam sekali pakai bisa berlapis-lapis, misal 3 lapis atau 5 lapis. Dan tiap sekali pakai tersebut, kesemuanya akan dibuang jika sudah tidak digunakan.

 

Kenapa berlapis-lapis? Ya agar pas nanti tear off kotor dan langsung dicabut, masih ada tear off lain yang melindungi kaca helm.

 

Itu juga yang jadi alasan kenapa pembalap MotoGP dalam sekali balapan bisa beberapa kali mencabut atau membuat tear off.


 Video



Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)