Honda Monkey Berapa cc ?? Ini Jawabannya

Table of Contents

Honda Monkey berapa cc sih? Motor keciil klasik yang satu ini memiliki harga yang mahal, namun kubikasi mesin yang diusung terbilang kecil.

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas mengenai Honda Monkey.

 

Monkey adalah varian motor mungil dari Astra Honda Motor yang untuk model tahun 2023 dibanderol di angka 80 jutaan.

 

Motor yang satu ini seperti yang disebutkan sebelumnya mengusung kubikasi mesin yang terbilang kecil.

 

Hal tersebut sebenarnya seimbang dengan dimensi motor yang diusung. Sebab jika motor berdimensi kecil dipasangi kubikasi mesin yang besar, maka dikhawatirkan akan susah untuk dikendalikan.

 

Honda Monkey Berapa cc ??

Honda Monkey Berapa cc ?? Ini Jawabannya

Honda Monkey punya kubikasi mesin sebesar 125 cc dan untuk varian tahun 2023 dituliskan memiliki kubikasi mesin di angka 124 cc.

 

Sebenarnya meski begitu, motor ini akan tetap dibulatkan di angka 125 cc karena kubikasi mesin itu biasanya tidak bulat dan ada komanya.

 

Untuk komposisi dapur pacu, ada perbedaan ukuran antara model sebelum tahun 2023 dan yang model 2023.

 

Sebut saja, untuk Honda Monkey tahun 2022 ke bawah, diameter pistonnya adalah sebesar 52.4 mm dan langkah pistonnya sebesar 57.9 mm.

 

Sedangkan untuk Honda Monkey terbaru model tahun 2023, diameter pistonnya adalah sebesar 50 mm dan langkah pistonnya sebesar 63.1 mm.

 

Meski ada perbedaan, namun keduanya tetap mengusung kontruksi mesin 1 silinder yang berbaring dengan jenis 4 tak.

 

Sistem camshaft yang diusung adalah SOHC dengan 2 klep, sudah injeksi, dan masih berpendingin udara.

 

Di sektor transmisi, motor ini menggunakan kopling manual dengan 5 speed.

 

Untuk performa mesin, Honda Monkey 2023 punya kompresi mesin 10 banding 1 dengan daya terbaik di angka 6.9 kW pada 6.750 RPM dan torsi terbaik di angka 11 Nm pada putaran 5.500 RPM.

 

Sedangkan versi 2022 memiliki daya maksimum sebesar 6.9 kW pada putaran 7000 RPM dan torsi terbaik di angka 11 Nm pada 5.250 RPM dengan rasio kompresi di angka 9.3 banding 1.

 

Honda Monkey Menggunakan Mesin Overstroke

Mesin Honda Monkey mengusung mesin overstroke yakni motor yang mesinnya lebih besar langkah pistonnya ketimbang diameter piston.

 

Motor yang seperti ini biasanya lebih nendang di putaran bawah namun nafasnya cenderung kurang panjang.

 

Lawan dari mesin overstroke adalah overbore, yakni kebalikan dari mesin overstroke.

 

Mesin overbore biasanya menggunakan diameter piston yang lebih besar bila dibandingkan dengan langkah pistonnya.

 

Berkebalikan dengan mesin overstroke, mesin overbore biasanya memiliki performa mesin yang baik di putaran atas namun kurang bertenaga di putaran bawah.

 

Honda Monkey Bukan Untuk Kaum Mendang-mending

OTR Jakarta untuk model tahun 2023, Honda Monkey di tawarkan di angka Rp. 82.533.000.

 

Sebagian orang mungkin tidak akan rela mengelurkan uang sebesar itu untuk Honda Monkey.

 

Namun target dari Honda Monkey tentu bukan untuk “segmen” itu, melainkan yang senang dengan motor bergaya retro klasik dari Honda.

 

Jika pun kita membelinya, mungkin akan senang memakainya di acara tertentu saja seperti saat nongkrong atau pun kopdar.

 

Sebab ya itu, motor mahal cuy, sayang juga kalau dipakai harian dan nantinya rusak.

 

Motor-motor jenis seperti ini biasanya memang lebih cocok sebagai koleksian saja, meski pun klaim Honda adalah motor ini tetap dapat diandalkan untuk digunakan harian.

 

Ya, memang pada dasarnya motor diciptakan untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan mobilitas harian pemiliknya.

 

Tetapi sekali lagi, tak jarang kita yang tidak mau memakai motor mahal untuk harian karena beberapa alasan, misal karena tidak ingin motor cepat rusak dan memang ada motor lain yang dipakai buat harian.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)