Panas Yang Dapat Diserap Oleh Sistem Pendingin Adalah Sebesar ???

Table of Contents

Panas yang dapat diserap oleh sistem pendingin adalah sebesar berapa persen? Sistem pendingin pada kendaraan bermotor bukanlah kulkas, jadi ada batasan dalam mendinginkan mesin.

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas mengenai kemampuan menyerap panas dari sistem pendingin.

 

Sistem pendingin yang dimaksud di artikel ini adalah sistem pendingin cairan atau liquid cooling, di mana ini menjadi salah satu jenis sistem pendingin dengan performa terbaik.

 

Meski kontruksinya terbilang rumit dan biaya perawatannya juga lebih mahal dari sistem pendingin udara ataupun sistem pendingin oli, namun sistem pendingin cairan masih jadi salah satu opsi terbaik yang digunakan pada kendaraan bermotor.

 

Meski pun pada sepeda motor, jenis pendingin udara dan oli masih dipakai pada beberapa motor untuk menekan harga penjualan.

 

Panas Yang Dapat Diserap Oleh Sistem Pendingin Adalah Sebesar …

Panas Yang Dapat Diserap Oleh Sistem Pendingin Adalah Sebesar ???

Panas yang bisa diserap oleh sistem pendingin cairan adalah sebesar 32%. Ya, tidak 100% mengingat mesin juga harus punya suhu ideal agar performanya tetap baik.

 

Suhu ideal ini adalah sekitar 80 derajat celcius hingga 90 derajat celcius. Di mana jika terlalu dingin pun tidak baik untuk kinerja mesin.

 

Meski memang pada beberapa mesin, ada juga yang punya patokan suhu ideal lain.

 

Cara Memaksimalkan Kinerja Sistem Pendingin Cairan

Ada beberapa cara agar kinerja sistem pendingin cairan jadi lebih maksimal, di mana salah satunya adalah sebagai berikut:

  • Pastikan menggunakan cairan pendingin yang berkualitas dan bukan hanya sekedar air biasa atau air keran
  • Pastikan tidak ada kebocoran pada selang radiator
  • Kipas radiator harus tetap berfungsi dan jangan sampai benar-benar mati
  • Pastikan radiator tidak bocor dan masih berfungsi dengan baik
  • Pertimbangkan menggunakan oli mesin yang berkualitas untuk membantu proses pendinginan mesin
  • Pastikan thermostat tetap berfungsi dengan baik
  • Isi cairan pendingin jika dirasa sudah mulai surut atau berkurang

 

Komponen-Komponen Pada Sistem Pendingin Liquid Cooling

Beberapa komponen pada sistem liquid cooling adalah sebagai berikut:

  • Radiator, berfungsi untuk melepaskan panas. Komponen ini adalah komponen yang terletak di depan kendaraan dan bentukny familiar.
  • Saluran berupa pipa (tube) atau selang karet (hose). Pada beberapa kasus karena faktor usia, selang ini mengalami kerusakan berupa retak atau bocor.
  • Pompa, berfungsi untuk sirkulasi air dalam sistem. Pompa radiator dapat rusak misal tidak dapat lagi memompa karena mengalami kerusakan.
  • Thermostat, berfungsi untuk menutup atau membuka jalur sirkulasi. Thermostat akan bekerja sesuai dengan suhu kerja mesin yakni sekitar 85 derajat celcius.
  • Kipas, berfungsi untuk membantu pelepasan panas pada radiator. Letaknya biasanya di belakang radiator.
  • Tangki, berfungsi untuk menampung cairan pendingin selain dari yang ada di radiator.

 

Fungsi Sistem Pendingin pada Kendaraan Bermotor

Salah satu aspek penting pada mesin kendaraan bermotor adalah sistem pendingin.

 

Pasalnya, mesin itu bekerja dengan melakukan proses pembakaran. Artinya adalah akan ada panas yang timbul di dalam mesin.

 

Jika dibiarkan tanpa didinginkan, efeknya adalah mesin bisa saja meleleh karena panas dari proses pembakaran bisa terus meningkat hingga melebur logam pada mesin.

 

Untuk itu, dibuatlah sistem pendingin yang desainnya dan jenisnya beragam. Misalnya saja adalah jenis pendingin radiator yang tengah kita bahas ini.

 

Adapun fungsi utama dari sistem pendingin mesin tentunya adalah mendinginkan mesin atau menjaga suhu mesin tetap di suhu ideal.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)