Cairan Pendingin Pada Mobil atau Kendaraan Bermotor Disebut Dengan Ini
Cairan pendingin pada mobil atau kendaraan bermotor lain disebut dengan apa? Hayo, siapa yang menjawab oksigen atau elektrolit? Itu jawaban yang salah bro!
Satupiston.com –
Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas
mengenai nama lain dari cairan pendingin di sistem pendingin cairan kendaraan
bermotor.
Sistem pendingin cairan kerap disebut juga sebagai sistem
pendingin radiator.
Alasan sistem pendingin ini disebut sebagai sistem pendingin
cairan adalah karena menggunakan cairan pendingin sebagai salah satu item dalam
mendinginkan mesin.
Sedangkan ada juga yang menyebutnya sebagai sistem pendingin
radiator karena memang sistem pendingin ini punya komponen yang bentuknya
ikonik dan dominan yakni radiator.
Cairan Pendingin Pada Mobil atau Kendaraan Bermotor Disebut Dengan Ini

Cairan pendingin pada kendaraan bermotor disebut juga
sebagai coolant atau lebih tepatnya adalah liquid coolant (ada juga yang
menyebutnya sebagai water coolant).
Yang jelas jika hanya disebut sebagai coolant saja, maka
tafsirnya bisa cukup luas yakni cairan atau pun gas yang difungsikan untuk
mendinginkan sesuatu yang panas.
Tetapi karena konteksnya adalah sistem pendingin radiator,
maka masih bisa dimaklumi jika jawabannya hanya coolant saja.
Apakah Cairan Pendingin Akan Terus Dingin?
Tidak, cairan pendingin tetap bisa mengalami panas bahkan mendidih.
Namun karena cairan pendingin ini bersirkulasi termasuk didinginkan di
radiator, maka cairan pendingin cenderung akan stabil suhunya (ya tetap panas
juga pada intinya).
Jadi meski namanya cairan pendingin, bukan berarti cairan
yang satu ini tidak bisa mengalami panas.
Oleh karenanya jika sampai cairan pendingin mengalami
penyusutan secara signifikan padahal tidak ada kebocoran, maka harus
diwaspadai, takutnya ada overheat yang membuat cairan pendingin mudah menguap.
Komponen-komponen Pada Sistem Pendingin Liquid Cooling
Beberapa komponen pada sistem liquid cooling adalah sebagai
berikut:
- Radiator, berfungsi untuk melepaskan panas. Komponen ini adalah komponen yang terletak di depan kendaraan dan bentukny familiar.
- Saluran berupa pipa (tube) atau selang karet (hose). Pada beberapa kasus karena faktor usia, selang ini mengalami kerusakan berupa retak atau bocor.
- Pompa, berfungsi untuk sirkulasi air dalam sistem. Pompa radiator dapat rusak misal tidak dapat lagi memompa karena mengalami kerusakan.
- Thermostat, berfungsi untuk menutup atau membuka jalur sirkulasi. Thermostat akan bekerja sesuai dengan suhu kerja mesin yakni sekitar 85 derajat celcius.
- Kipas, berfungsi untuk membantu pelepasan panas pada radiator. Letaknya biasanya di belakang radiator.
- Tangki, berfungsi untuk menampung cairan pendingin selain dari yang ada di radiator.
Fungsi Sistem Pendingin pada Kendaraan Bermotor
Salah satu aspek penting pada mesin kendaraan bermotor
adalah sistem pendingin.
Pasalnya, mesin itu bekerja dengan melakukan proses
pembakaran. Artinya adalah akan ada panas yang timbul di dalam mesin.
Jika dibiarkan tanpa didinginkan, efeknya adalah mesin bisa
saja meleleh karena panas dari proses pembakaran bisa terus meningkat hingga
melebur logam pada mesin.
Untuk itu, dibuatlah sistem pendingin yang desainnya dan
jenisnya beragam. Misalnya saja adalah jenis pendingin radiator yang tengah
kita bahas ini.
Adapun fungsi utama dari sistem pendingin mesin tentunya
adalah mendinginkan mesin atau menjaga suhu mesin tetap di suhu ideal.
Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga
bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.