Penyetelan Bagian-bagian Komponen Peralatan Adalah Merupakan Bagian dari Ini
Penyetelan bagian-bagian komponen perlatan adalah merupakan bagian dari apa? Tentunya ini menjadi pertanyaan yang menarik dan akan dibahas di artikel ini.
Satupiston.com –
Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. kali ini kita akan membahas
mengenai penyetelan peralatan.
Komponen atau peralatan perlu untuk distel atau atur ulang
agar kinerjanya tetap optimal.
Dalam dunia otomotif seperti pada sepeda motor hingga mobil,
penyetelan ini kerap dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Selain bertujuan agar kinerjanya tetap optimal, penyetelan
dilakukan juga agar meminimalisir adanya kerusakan atau dalam kata lain
mencegah adanya kerusakan.
Penyetelan Bagian-bagian Komponen Peralatan Adalah Merupakan Bagian dari Ini
Pada mesin produksi, penyetelan bagian komponen adalah
bagian dari perawatan harian. Ya, saat memasuki dunia industri, penyetelan
bagian-bagian komponen akan dilakukan setiap hari.
Memang ada juga yang dilakukan di kurun waktu tertentu,
misal setiap sebulan sekali hingga satu tahun sekali.
Nama Lain Penyetelan Bagian Komponen
Nama lain dari penyetelan bagian komponen peralatan adalah
kalibrasi. Kalibrasi dilakukan untuk mengatur ulang atau menyetel kembali
setiap komponen agar “ukurannya” sesuai standar.
Kalibrasi ini biasa dilakukan pada banyak sektor, baik itu
pada mesin secara fisik hingga software yang wujudnya tidak bisa diraba.
Jenis Perawatan Mesin atau Komponen

Ada beberapa jenis perawatan mesin atau komponen yang di
antaranya adalah sebagai berikut:
1. Perawatan Berkala
Perawatan berkala ini sangat familiar dengan sepeda motor
bahkan mobil. Sebab dalam perawatan berkala atau service rutin ini menjadi
salah satu prosedur garansi juga bagi beberapa tipe dan merek kendaraan
bermotor.
Tentunya jika kita jarang atau tidak pernah melakukan
perawatan berkala, jelas klaim garansi pun akan sulit untuk didapatkan.
Beberapa perawatan berkala di antaranya adalah termasuk
perawatan harian hingga penyetelan komponen seperti rantai, klep, busi,
kopling, rem, dan lain sebagainya.
2. Perawatan Pencegahan
Perawatan pencegahan atau preventive maintenance adalah
perawatan yang bertujuan untuk mencegah adanya kerusakan akibat tidak pernahnya
suatu komopnen dirawat atau distel.
Misalnya adalah melakukan penyetelan kekenduran rantai, di
mana jika tidak pernah distel hingga membuat rantai sangat kendur, maka efeknya
rantai bisa terlepas dari gear dan membuat sepeda motor jadi tidak bisa
digunakan.
3. Perawatan Perbaikan
Perawatan perbaikan adalah perawatan yang dilakukan setelah
suatu komponen mengalami kerusakan atau ketidaknormalan.
Contoh dari perbaikan adalah mengganti ban yang sudah aus,
mengganti gear dan rantai yang sudah aus, mengganti busi yang sudah mati, dan
lain sebagainya.
Fungsi Perawatan Secara Rutin
Fungsi perawatan secara rutin pada suatu komponen kendaraan
di antaranya adalah sebagai berikut:
- Untuk memperpanjang usia pakai peralatan
- Untuk menjamin daya guna dan hasil guna
- Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan
- Untuk mengoptimalkan peralatan
- Meminimalisir tingkat kerusakan
- Menghemat biaya perbaikan dengan melakukan pecegahan perawatan
Efek Kendaraan Bermotor Tidak Pernah Di-service
Ada beberapa dampak buruk ketika kendaraan bermotor seperti
mobil dan motor yang tidak pernah dirawat atau service, yakni:
- Mudah mengalami kerusakan
- Performa mesin tidak optimal
- Kenderaan tidak enak untuk dikendarai
- Biaya perbaikan bisa sangat besar karena kerusakan menjadi banyak
- Menggugurkan garansi jika kendaraan dalam status baru
- Berpotensi membuat kecelakaan karena beberapa fungsi keselamatan tidak bekerja (misal rem jadi blong karena komponen rem tidak pernah dikalibrasi dan diganti saat aus)
Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga
bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.