Ukuran Gear MT 15 Standar Depan dan Belakang

Ukuran gear MT 15 standar depan dan belakang itu berapa sih? Untuk mengatahui hal ini, mari kita bahas bersama dalam artikel ini agar sama-sama tahu.

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai ukuran gear standar dari MT-15.

 

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) masih memiliki salah satu varian motor naked sport 150 cc yang dapat dikatakan “premium” di kelasnya.

 

Ya, tandem dari Vixion ini masih didaulat sebagai motor non fairing yang memiliki basic mesin dari R15 V3.

 

Bicara-bicara nih, seperti apa sih ukuran gear dari mtoor “serem” yang satu ini? Untuk itu, mari kita bahas bersama di sub judul berikutnya.

 

Ukuran Gear MT 15 Standar Depan dan Belakang

Ukuran Gear MT 15 Standar Depan dan Belakang

Ukuran gear standar Yamaha MT 15 adalah sebesar 14T/52T, ini adalah ukuran gear yang terbilang cukup besar, di mana gear depan berukuran 14 dan yang belakang berukuran 52.

 

Adapun maksud T pada belakang angka adalah tooth yang artinya gigi atau merujuk pada gerigi pada gear.

 

Jadi jika ukuran gear adalah 14T, maka artinya gear tersebut memiliki 14 gigi.

 

Rasio Final Gear MT 15

Rasio final gear atau final gear ratio adalah perbandingan antara gear belakang dengan gear depan.

 

Di mana ini sering dijadikan acuan standar dalam nantinya mengubah ukuran gear. Adapun untuk mengatahui rasio final gear, caranya cukup membagi ukuran gear belakang dengan gear depan.

 

Rasio final gear sendiri akan sangat besar untuk MT 15, di mana angkanya adalah sebesar 3,71 hasil pembagian angka 52 dengan 14.

 

Sesuai dengan singkatan dari MT yakni Master of Torque, MT 15 sangat kentara dengan torsi atau putaran bawah.

 

Di mana, MT 15 lebih unggul di putaran bawah karena salah satu alasannya adalah ukuran gear yang besar dari segi rasionya.

 

Ini juga yang jadi alasan kenapa MT 15 lebih rendah top speed-nya bila dibandingkan dengan R15 V3.

 

Ya jika R15 V3 fokus pada putaran atas, maka MT 15 akan lebih fokus pada putaran bawah atau torsinya.

 

Acuan Mengubah Ukuran Gear

  • Turunkan rasio final gear agar motor lebih panjang nafasnya dan bisa mencapai top speed dengan lebih tinggi. Tapi ini akan membuat putaran bawah tenaganya turun. (Langkah untuk menurunkan rasio final gear adalah dengan menurunkan ukuran gear belakang atau menaikan ukuran gear depan).
  • Naikan rasio final gear agar motor lebih bertenaga di putaran bawah dan enak untuk tanjakan tetapi efeknya akan membuat nafas motor jadi lebih pendek. (Langkah untuk menaikan rasio final gear adalah dengan menurunkan ukuran gear depan atau menaikan ukuran gear belakang).

 

Tentunya sekali lagi, dalam mengubah rasio final gear, pasti akan ada salah satu putaran yang dikorbankan.

 

Jadi mengubah rasio final gear ini akan dipikirkan matang-matang. Misal jangan sampai jalan yang sering dilalui adalah tanjakan, lalu kita turunkan rasio final gear.

 

Langkah tersebut cenderung salah karena bisa membuat motor jadi kesusahan untuk menanjak.

 

Pun sebaliknya, menggunakan rasio final gear yang terlalu tinggi juga tidak tepat jika jalanan yang kita lalui relatif sering lurus mendatar dan cenderung jarang ada hambatan (misal jarang macet).

 

Adapun jika hendak mengganti ukuran gear, maka biasanya hanya akan diubah satu gigi saja untuk gear depan baik itu dikurangi atau ditambah.

 

Sedangkan untuk gear belakang, biasanya akan ditambah atau dikurangi sebanyak 2-4 gigi tergantung dari kebutuhan.

 

Sebagai tips penutup, sebaiknya ganti gear secara satu set dengan rantainya meski kita hanya ingin mengganti satu gear saja.

 

Ini bertujuan agar gear dan rantai bisa lebih awet karena antara gigi pada gear serta mata rantai tidak saling memakan.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel



 Info Loker Bandung Raya:


Lihat lebih banyak info loker....



x