Divonis WADA, WSBK dan MotoGP Mandalika Tetap Jalan Tapi Tidak Boleh Kibarkan Bendara Indonesia?

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Jelang balapan WSBK dan MotoGP, kabar kurang mengenakan datang dari World Anti-Doping Agency atau WADA, di mana Indonesia bersama Thailand dan Korea Utara divonis tidak patuh akan aturan WADA.

 

Sempat simpang siur mengenai apakah balapan di Mandalika yang akan dilakoni oleh WSBK dan MotoGP akan batal?

 

Pasalnya negara yang divonis oleh WADA dilarang menjadi tuan rumah ajang olahraga. Namun secara resmi WADA mengkonfirmasi bahwa Indonesia masih dapat menggelar balap WSBK dan MotoGP.

 

Alasannya adalah karena WSBK dan MotoGP sudah disepakati akan dihelat sebelum vonis dari WADA dijatuhkan.

 

Namun sayangnya jika vonis dari WADA belum dicabut, maka Indonesia tidak diperbolehkan  menjadi tuan rumah ajang olahraga apa pun (kelas internasional) terhitung sejak vonis WADA dijatuhkan.

 

Selain itu, jika vonis WADA masih berlaku, maka atletnya tidak bisa membawa nama, bendera dan lagu kebangsaan di arena Olahraga serta Negara tersebut tidak diperbolehkan menyelenggarakan Kegiatan Olahraga yang sifatnya regional, kontinental, maupun Dunia ( Internasional).

 

Meski WSBK dan MotoGP dinyatakan diperbolehkan, namun tidak ada jaminan bahwa bendara Indonesia boleh dikibarkan, terlebih jika nantinya ada pembalap Indonesia yang meraih podium.

 

Divonis WADA, WSBK dan MotoGP Mandalika Tetap Jalan Tapi Tidak Boleh Kibarkan Bendara Indonesia?

Hal ini dialami Rusia di Olimpiade Tokyo, di mana bendera Rusia tidak boleh dikibarkan dan atlet dari Rusia berlomba di bawah naungan ROC atau Russian Olympic Committee. Jadi selama Olimpiade Tokyo, tidak ada bendera, lagu kebangsaan, dan penyebutan untuk negara Rusia.

 

Sekedar informasi, Indonesia divonis oleh WADA karena dianggap tidak sesuai dalam menerapkan pengujian yang efektif atau dalam kata lain tidak tepat dalam pelaporan tes. Pemerintah sendiri mengklaim bahwa Indonesia sejatinya patuh, hanya saja terjadi kesalahpahaman karena adanya pandemi.

 

Artikel ini kami cukupkan smapai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan banyak typo di artikel ini...