-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

MotoGP Malaysia 2015: “Sepang Clash” Rossi vs Marquez

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai MotoGP Malaysia 2015. Boleh jadi, ini merupakan salah satu race paling bersejarah di era motor balap 4 tak 1000 cc. Pasalnya, puncak ketegangan antara Rossi vs Marquez terjadi di race ini.

 

Kala itu Minggu, 25 Oktober 2015. Serie ketujuh belas akan dihelat di sirkuit Sepang Malaysia yang terletak di Selangor.

 

Balapan bersejarah tersebut diadakan di hadapan 88.832 penonton yang datang untuk menyaksikan balapan yang sangat menarik. Dimana Lorenzo dan Rossi berebut poin demi menjadi juara dunia tahun 2015.

 

Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix tersebut menhadirkan Dani Pedrosa dari Repsol Honda sebagai pemenang setelah balapan sebanyak 20 lap. Ia tak terbendung setelah berhasil meraih pole position pada Grand Prix tersebut. Podium 2 dan 3 di kelas tertinggi sendiri diisi oleh Jorge Lorenzo serta Valentino Rossi.

 

Di kelas Moto2, Johan Zarco hadir sebagai jawara. Sedangkan di kelas Moto3, Miguel Oliveira lah yang hadir sebagai pemenang.

 

Jalannya Balapan MotoGP Sepang Malaysia 2015

Pedrosa merebut pole position dengan mencatatkan lap tercepat di kualifikasi dan mempertahankan keunggulan start line-nya saat memasuki tikungan pertama.

 

Perlombaan itu, bagaimanapun, dibayangi oleh duel tiga lap untuk tempat ketiga antara pembalap Honda Marc Márquez dan saingannya Rossi karena keduanya bertukar posisi beberapa kali per lap.

 

Ketegangan antara keduanya semakin memanas ketika Márquez dan Rossi berduel satu sama lain di Argentina dan Belanda, lalu Rossi pun menuduh Márquez membantu rekan setimnya yakni Lorenzo di Australia yang dibantah oleh kedua pembalap.

 

Duel berakhir dengan Márquez dan Rossi bertabrakan di empat belas pada lap tujuh. Meski Rossi melanjutkan, Márquez terjatuh dari motornya dan mundur di pit lane setelah memasang kembali motornya.

 

Pedrosa selanjutnya memimpin setiap lap untuk meraih kemenangan keduanya musim ini, yang ke-28 di MotoGP dan yang ke-51 dalam karirnya dengan selisih hampir empat detik atas Lorenzo.

 

Sepang Clash: Puncak Emosi Rossi Pada Marquez

Seperti yang dibahas sebelumnya, ketegangan antara Rossi dan Marquez sudah berlangsung sejak GP Argentina 2015 dan GP Belanda 2015.

 

Di GP Argentina 2015, Marquez yang start dari posisi pertama memimpin hampir sepanjang balapan. Rossi yang start dari posisi ke-8 naik ke urutan kedua ketika balapan tersisa 15 putaran. Pada tiga lap terakhir, dia sudah menempel Marquez dengan jarak di bawah satu detik. Balapan tersisa dua lap ketika insiden terjadi. Kedua pebalap bersenggolan dan Marquez terjatuh.

 

Sedangkan di GP Belanda 2015, Marquez dan Rossi bersaing sengit hingga di Last Lap. Menjelang garis finish, Rossi berusaha menyalip Marquez. Keduanya berbenturan dan Rossi keluar lintasan, efeknya adalah malah Rossi yang memimpin dan Marquez harus puas finish di urutan kedua.

 

Kala itu, peluang untuk menjadi juara dunia bagi Marquez semakin menipis. Pertarungan perebutan gelar juara dunia memihak para Lorenzo dan Rossi.

 

Menjelang GP Malaysia 2015, Rossi sempat merasa jengkel pada Marquez karena dianggap berusaha menggangu Rossi untuk merebut gelar juara dunia.

 

Rossi pun menuduh bahwa Marquez sengaja mengganggunya agar rekan senegaranya yakni Lorenzo dapat meraih gelar juara dunia.

 

Kospirasi pun semakin liar kala banyak media menuduh Marquez melakukan hal tersebut guna membuat rekor juara dunia dari Rossi tidak semakin banyak, sehingga kelak Marquez dapat memecahkan rekor juara dunia dari Rossi.

 

Di GP Malaysia 2015, pada lap ke-13 dari 20 putaran, Marquez nekat menyalip Rossi dari sudut yang nyaris mustahil.

 

MotoGP Malaysia 2015: “Sepang Clash” Rossi vs Marquez
Rossi dan Marquez di GP Malaysia (25/10/2015)

Rossi dan Marquez sempat saling bertukar pandang dan “Sepang Clash” pun terjadi dimana terlihat Rossi menendang motor Marquez sehingga Marquez terjatuh.

 

Rossi mendapat tiga poin penalti dan diharuskan start dari belakang grid pada akhir musim GP Valencia 2015 karena dia mendapat poin penalti lain dari awal musim dan dia menarik banding berikutnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga pada bulan Desember 2015.

 

Jika poin Rossi tidak dikurangi dam Rossi tidak diganjar hukuman start dari belakang, besar kemungkinan Rossi masih dapat mempertahankan gelar juara dunia.

 

Namun meski Rossi berhasil tampil apik dan berhasil ada di barisan depan setelah start dari posisi terakhir di GP Valencia, faktanya Lorenzo mampu menjadi juara dunia dengan perolehan 330 poin, sedangkan poin dari Rossi adalah sebanyak 325 poin.

 

Dari insiden Sepang Clash-lah, banyak fans Marquez dan Rossi saling sindir hingga saling hujat di media sosial, terutama fans dari Indonesia.

 

Meski sekarang sudah baikan antara Marquez dan Rossi, namun hubungan keduanya nampak tidak pernah baik-baik saja apalagi seperti sedia kala yakni Marquez mengidolakan Rossi dan Rossi mengayomi Marquez.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan banyak typo di artikel ini...
x