-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

6 Efek Ganti Kampas Kopling Baru Motor dan Mobil

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai efek ganti kampas kopling baru pada motor dan mobil.

 

Kampas kopling, salah satu komponen yang berfungsi cukup vital pada sistem transmisi. Kampas kopling yang baik menjadi salah satu kunci mulusnya perpindahan gigi.

 

Meski trend sekarang lebih condong pada motor dan mobil metik, namun motor dan mobil dengan sistem transmisi manual masih banyak digunakan.

 

Pada sepeda motor dengan kopling manual, kampas kopling setidaknya bisa bertahan lebih dari 20.000 Km dengan catatan perawatan dan penggunaan yang baik.

 

Jika masa pakai sudah sangat jauh dan ada beberapa gejala dari kampas kopling yang aus, maka kita harus mengganti kampas kopling dengan segera agar kerusakan tidak menjalar ke komponen lain.

 

6 Efek Ganti Kampas Kopling Baru Motor dan Mobil

Salah satu ciri dari kampas kopling yang aus adalah sebagai berikut:

  • Selip di putaran bawah
  • Selip di putaran menengah ke atas (membuka gas tidak bisa spontan)
  • Akselerasi berkurang
  • Top speed berkurang

 

Lalu setelah ganti kampas kopling, kira-kira apa ya efeknya? Berikut pembahasan efek ganti kampas kopling baru:

1. Selip Pada Kopling Teratasi

Efek pertama adalah gejala selip pada kopling jadi teratasi. Akselerasi jadi tidak tertahan dan mesin pun suaranya tidak akan meraung lagi ketika kopling dilepas dan langsung digas.

 

Tapi, syarat untuk mendapatkan efek ini adalah kita harus benar-benar telah mengatasi kerusakan pada sistem kopling secara menyeluruh.

 

2. Akselerasi Tidak Tertahan

Karena selip pada kopling sudah teratasi, maka tenaga atau akselerasi di putaran bawah dan menengah pun akan lebih lancar. Dengan demikian, mengganti kampas kopling bisa mengembalikan performa akselerasi kendaraan kita.

 

3. Top Speed Lebih Mudah Tercapai

Pergantian gigi di RPM tertentu itu penting. Oleh karenanya jika kita asal dalam mengoper gigi, maka jangan harap bisa mendapatkan top speed yang ideal.

 

Masalahnya adalah bagaimana bisa kita dapat mengoper gigi dengan RPM ideal jika kampas kopling selip dan menggangu akselerasi kendaraan? Pada intinya, kampas kopling yang selip dapat menggangu akselerasi dan top speed secara sekaligus. Maka, dengan mengganti kampas kopling, maka kemungkinan besar performa di akselerasi dan top speed akan jadi maksimal kembali.

 

4. Mesin Jadi Lebih Panas

Kopling dengan grip yang baik akan membuat akselerasi dan top speed menjadi lebih baik. Tapi kosekuensinya adalah mesin jadi lebih panas bila dibandingkan dengan pada saat kampas kopling selip. Hal ini wajar, sebab cengkraman dan gesekan yang tinggi memang menghasilkan suhu panas bukan?

 

Oleh karenanya, idealnya saat ganti kampas kopling, maka kita harus ganti juga olinya agar kinerja mesin jadi lebih optimal.

 

5. Kopling Tetap Selip

Pernah mengalami kampas kopling baru tapi tetap selip? Jika pernah, maka jangan menyalahkan kampas kopling dulu, sebab ada banyak komponen di sistem kopling yang dapat menyebabkan selip.

 

Misalnya saja pada motor, ada kampas kopling, plat gesek, lawan kaki 4 dan kaki 4, serta rumah kopling yang dapat mengalami keausan dan tentunya membuat kopling jadi tetap selip jika hanya satu komponen saja yang diganti.

 

Jika motor sudah tua atau penggunaan sudah kelewat jauh dengan minim perawatan, maka memperbaiki kampas kopling ini bisa menghabiskan dana jutaan, sebab harus mengganti sebanyak 1 paket sistem kopling dari rumah kopling hingga kampas koplingnya.

 

6. Menguras Biaya

Masalah ini menjadi hukum alam ya? Sebab jika kita memperbaiki motor atau mobil, setidaknya pasti menghabiskan biaya, jikalau pun tidak menghabiskan biaya (bongkar pasang sendiri), tentu tetap saja menghabiskan tenaga kita.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan banyak typo di artikel ini...
x