-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

3 Fungsi Shock Absorber Adalah? Berikut Penjelasannya

 Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai fungsi dari shock absorber.

 

Baik pada motor maupun mobil sistem suspensi dengan menggunakan shock absorber masih paling banyak digunakan.

 

Yips, shock absorber atau yang biasa disebut shock saja merupakan komponen yang berperan penting dalam handling serta kenyamanan dalam berkendara.

 

Shock ini menjadi komponen yang penting dalam dunia balap, pasalnya settingan shock absorber yang tepat dapat membantu kendaraan bermotor melibas tikungan baik saat hendak masuk, saat masuk, maupun saat keluar tikungan.

 

Well, shock sendiri memiliki masa pakai. Tapi yang biasanya sering rusak adalah seal shock absortber hingga oli shock yang sudah berkurang atau sudah terlalu encer.

 

Pada shock absorber, setidaknya ada beberapa komponen penting seperti pegas, piston, tabung shock, hingga oli shock.

 

Fungsi Shock Absorber

Shock absorber depan motor yang mengalami kerusakan

Secara umum, fungsi absorber ini sangat sederhana yakni meredam hentakan atau kejutan (shock) saat kendaraan bermotor berada di jalanan yang tidak rata atau tidak mulus.

 

Namun secara spesifik, fungsi dari shock absorber ini dapat diperluas sebagai berikut:

1.  Membantu Sistem Pengereman

Shock absorber yang baik adalah yang settingannya pas dengan bobot spek pengendara dan juga spek kendaraan. Sekedar informasi saja, saat shock absorber masih berfungsi, maka sistem pengereman akan terbantu.

 

Hal ini berbeda saat shock absorber dimatikan atau jarak bebas shock diperkecil, hasilnya adalah sistem pengereman jadi bekerja seorang diri.

 

2. Menyetabilkan Kendaraan

Shock yang baik adalah shock absorber yang stabil. Jadi meski sedang dalam jalanan yang bergelombang, maka harusnya shock tidak terlalu naik turun dengan ekstrim.

 

Shock yang mati akan membuat kendaraan jadi tidak stabil, sebaliknya jika shock absorber terlalu empuk hasilnya malah lebih membahayakan lagi.

 

3. Handling dan Kenyamanan

Masih terikat dengan poin nomor 2. Shock absorber pada kendaraan sangat berkenaan dengan handling serta kenyamanan.

 

Bagi motor atau mobil balap, shock absorber menjadi komponen yang cukup diperhatikan terutama untuk handling saat masuk tikungan hingga keluar tikungan. Bahkan di MotoGP, motor balap  sudah diberi teknologi yang memukinkan ketinggian dari shock absorber dapat dinaik turunkan jarak bebasnya agar membantu motor untuk mendapatkan akselerasi dan handling terbaiknya.

 

Cara Kerja Shock Absorber

Shock absorber hanya berkerja dengan 2 metode yakni naik dan turun. Cukup sederhana namun cukup membingungkan juga jika sudah terjadi kerusakan.

 

Secara spesifik, shock absorber akan bekerja seperti berikut:

1. Tahap Kompresi

Tahap kompresi atau tahap tekanan adalah kondisi dimana shock absorber mendapatkan tekanan dari ban karena ban menghantam atau melewati rintangan (jalan berbatu, jalan berlubang, polisi tidur, jalan bergelombang, dan lain sebagainya).

 

Pada tahap ini, shock absorber akan kian memendek gerak bebasnya. Saat shock sudah tidak baik atau rusak, tak jarang motor atau mobil akan sangat terguncang hingga shock benar-benar ada di titik mati.

 

Oli shock yang terlalu kental, oli shock yang kebanyakan, menurunkan ketinggian shock absorber, hingga oli shock yang sudah sangat encer akan membuat tahap kompresi menjadi momok menakutkan karena efeknya yang sangat tidak nyaman.

 

2. Tahap Ekspansi

Pada tahap ini, shock absorber akan kembali ke posisi awal sebelum ada hentakan yang diberikan oleh ban. Tahap ekspansi juga penting, sebab tak jarang lontaran shock absorber terlalu keras atau cepat, walhasil jika kita keluar dari tikungan, tak jarang motor atau mobil jadi tidak stabil.

 

Salah satu penyebab tahap ekspansi menjadi “liar” adalah karena shock absorber yang terlalu empuk baik karena oli shock yang sudah encer, per pegas yang sudah rusak, atau settingan shock absorber yang dibuat terlalu empuk.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan banyak typo di artikel ini...
x