Bak Di Video Game, Pemuda Di Moto3 Start Dari Pitlane dan Finish Di Urutan 1

Table of Contents

 

Bak Di Video Game, Pemuda Di Moto3 Start Dari Pitlane dan Finish Di Urutan 1

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai Moto3.

 

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, ada setidaknya 7 pembalap di Moto3 yang diberi hukuman start dari pitlane di balapan Doha 2021.

 

Pemberian hukuman tersebut karena merekda dinyatakan bersalah karena berkendara dengan tidak bertanggung jawab di antara tikungan 15 dan 16 saat sesi FP2 berlangsung.

 

Berkendara dengan pelan tersebut pun alhasil membuat waktu lap beberapa pembalap lain jadi terganggu karena mereka.

 

Salah satu dari “pelaku” tersebut adalah rookie asal Spanyol yakni Pedro Acosta, ia pun harus memulai balapan dari pitlane bersama 6 pembalap lain.

 

Ajaibnya, di hari balapan ia justrul tampil memukau dan berhasil jadi juara seri Doha, benar-benar seperti dalam video game!

 

Memang, dalam video game balap MotoGP, masih belum ada start dari pitlane, tetapi yang sering terjadi adalah membalap dari urutan paling belakang.

 

Dalam video game, ada beberapa level kesulitan, dan jika tingkat kesulitannya adalah mudah, maka tidak menutup kemungkinan kita akan jadi juara serie padahal start dari posisi terakhir.

 

So, kita back to point! Lap pembuka dari Acosta dan keenam kawannya membentuk kelompok kecil di bagian belakang dan menghasilkan gap waktu 8 detik dari pembalap terdekat yang start secara normal.

 

Putaran demi putaran berlalu, Acosta mulai mendekat dan berhasil melewati satu persatu musuhnya bak dalam video game.

 

Posisinya semakin naik dan juga terbantu oleh beberapa kecelakaan dan ia langsung memanfaatkan itu untuk menyalip rider lain.

 

Dua lap menjelang finish, Acoba nampak semakin berapi-api dan sudah berada di barisan depan.

 

Di 1 lap akhir, ia berhasil mengambil alih posisi pertama dan berhasil menciptakan gap dengan pembalap di belakangnya.

 

Ia pun akhirnya dapat menjadi juara serie di Doha, sebuah rekor yang apik dan lebih membanggakan lagi, sebelumnya ia juga naik podium dan berhasil ada di posisi 2.

 

Wah-wah sapu bersih podium nih.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Irvan, S.E.
Irvan, S.E. Hallo, Saya Irvan, Saya adalah blogger yang sudah aktif menulis mengenai seluk-beluk permotoran sejak tahun 2019 dan sekarang merambah ke permobilan. Saya adalah lulusan SMK Otomotif di tahun 2015 dan lulus sebagai Sarjana Ekonomi di tahun 2019.

 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)