-->

6 Penyebab Motor Injeksi Mati Hidup, Hati-Hati Bro !!!

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai penyebab dari motor injeksi yang mati hidup.

 

Motor injeksi merupakan motor dengan sistem pengabutan yang menggunakan injektor. Motor injeksi sendiri menjadi “upgrade” dari sistem pengabutan berjenis karburator.

 

Sistem injeksi sendiri dinilai lebih ramah lingkungan karena irit akan penggunakan bahan bakar. Hal tersebut tak ayal membuat mesin motor bersistem karburator semakin jarang ditemui untuk unit produksi barunya.

 

Nah sama seperti motor berjenis karbu, motor injeksi sendiri sering mengalami kerusakan atau masalah yang salah satunya adalah sering mati dan hidup tanpa notifikasi (mendadak).

 

Lalu apa penyebab motor injeksi mati hidup secara mendadak? Berikut pemaparannya:

1. Busi Aus atau Kotor

6 Penyebab Motor Injeksi Mati Hidup, Hati-Hati Bro !!!


Yang pertama adalah busi yang mengalami aus atau kotor. Busi sendiri memiliki usia pakai yakni di angka 8000 Km – 10.000 Km, tapi kadang ada busi yang usia pakainya bisa lebih jauh lagi.

 

Adapun jika busi sudah ada di angka tempuh tersebut, maka ada baiknya busi diganti dengan busi baru dengan spesifikasi yang sesuai.

 

Pasalnya, busi yang sudah rusak dapat menyebabkan pengapian tidak stabil yakni kadang hidup dan kadang mati.

 

Ilustrasinya kurang lebih sama seperti korek bensin yang bensin serta gasnya sudah habis atau tinggal sisa sedikit. Jadi kadang korek tersebut bisa hidup dan kadang juga mati.

 

2. Bensin Tercampur Air

Selanjutnya adalah bensin yang tercampur air. Bensin yang tercampur air dapat menyebabkan mesin motor injeksi jadi kadang hidup dan kadang tidak.

 

Bensin yang tercampur air bisa terjadi karena kita membeli bensin berkualitas buruk (tempat jualnya tidak memenuhi standar hingga bensin bercampur air).

 

Selain itu, bensin yang tercampur air juga dapat terjadi karena kita sering menerobos banjir, hingga kita kurang bijak dalam mencuci motor.

 

3. Injektor Kotor atau Tersumbat

Selanjutnya adalah injektor yang kotor atau tersumbat. Hal ini biasanya terjadi karena bahan bakar yakni bensin dan udara tidak bersih dari debu hingga kerikil.

 

Pada beberapa kondisi, bensin bisa tercampur dengan pasir karena kita membeli bensin pada tempat yang kurang tepat.

 

Pada kondisi lain, hal ini terjadi karena kita dengan teledornya mencopot filter udara sehingga debu dan kerikil bisa dengan mudah masuk ke saluran injektor.

 

Sebenarnya saat injektor tersumbat, kadang mesin masih bisa hidup kembali dengan normal tanpa melakukan pembongkaran.

 

Tapi saat kondisi sudah parah, maka kita harus melakukan pembongkaran agar mesin motor dapat berfungsi dengan normal.

 

4. Kabel Busi Rusak

Ini jarang terjadi pada motor-motor berusia muda. Tetapi jika kita sudah melakukan modifikasi pada sistem pengapian yakni mengganti kabel busi lalu pemasangannya kurang tepat, maka dapat menyebabkan kabel busi rusak dan menyebabkan aliran listrik jadi tidak stabli.

 

Kerusakan pada kabel busi ini dapat menyebabkan mesin jadi hidup dan mati secara mendadak, sebab pengapian di ruang bakar jadi terganggu.

 

5. Koil Rusak

Ini masih berhubungan dengan sistem pengapian dan ini juga masih berhubungan dengan kabel busi dan busi itu sendiri.

 

Koil sendiri  memang jarang rusak terlebih pada motor berusia muda. Tetapi jika motor injeksi kita sudah menginjak usia belasan tahun dan sudah menempuh jarak tempuh yang tinggi, maka tidak ada salahnya mengecek bagian koil.

 

Koil yang rusak ini dapat menyebabkan pengapian jadi tidak stabil dan membuat mesin jadi hidup mati sendiri.

 

6. Mencopot Aki

Ini sebenarnya bukan faktor utama, tapi faktor pemicu. Dimana saat kita mencopot aki karena keperluan modifikasi atau karena akinya soak, maka kemungkinan nanti akan menimbulkan yang masalah lebih besar di kemudian hari.

 

Masalah tersebut adalah spull yang gosong, biasanya ini terjadi pada sistem pengisian DC namun pengapian AC.

 

Jadi motor masih dapat menyala saat aki dicopot, tetapi hal tersebut membuat kiprok dan spull mudah rusak karena pengisian pada aki “error” sebab akinya dicopot.

 

Saat spull hendak rusak, biasanya motor juga akan mengalami brebet karena pengapian pada motor bermasalah.

 

Dan ketika spull benar-benar rusak, maka motor akan mati, walau pun kita nantinya sudah memasangkan aki.

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Pesan Sponsor

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan banyak typo di artikel ini...
x