Waspada Modus Bertamu Di Malam Hari, Rampok Hingga Hipnotis Bisa Mengintai !!!

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kemarin malam
tepatnya pada pukul 11 malam, kami kedatangan tamu.
Namun untuk kali ini, kami harus berburuk sangka, mengingat
ini sudah malam dan juga tengah ada isu mengenai rampok dan juga hipnotis
berkedok bertamu.
Jujur, saat itu kami masih terbangun dan hendak istirahat
karena habis menulis dan editing video.
Namun karena jam 11 malam itu sudah terkategori larut malam,
maka kami tidak bukakan pintu rumah.
Kami sekeluarga di rumah memang sudah sepakat jauh-jauh hari
untuk tidak membukakan pintu jika ada tamu di malam hari, terlebih tamu yang
suaranya tidak dikenal.
Yang membuat kami curiga adalah “tamu” tersebut bertamu
seolah bukan sebagai tamu, meski dia memanggil nama kami, namun cara dia
mengetuk pintu serta bersapa tidak mencerminkan teman kami dari mana pun.
Memang, tamu itu harus dimuliakan ketika datang ke rumah,
tetapi kami rasa kasus ini bukan merupakan kasus bertamu.
Bayangkan saja, saat jam 11 malam, “tamu” tersebut datang dan
mengetuk pintu seolah ini masih siang.
Orang tersebut mengetuk 2 pintu di bagian depan dan bagian belakang.
Pada pintu bagian belakang bahkan lebih parah lagi, tuas pintu seolah dipaksa
dibuka dan memang seperti hendak benar-benar ingin masuk.
Ibu kami yang tengah istirahat karena sakit bahkan harus
terbangun, antara marah dan sedih kami rasakan.
Tetapi kami tetap sepakat dan tidak gegabah membuka pintu
ataupun bersapa pada terduga tamu tersebut.
Pasalnya sekali lagi, isu rampok dan hipnotis di lingkungan
kami masih menghantui kami.
Selang pagi hari, beberapa saudara dan tetangga mengabarkan
bahwa perawakan terduga tamu tersebut adalah bertubuh besar dan berambut cepak.
Lalu sebelum mencoba mengetuk pintu, terduga tamu tersebut
sempat berdiam diri di area gang (rumah kami masuk gang) dan seolah ragu mau
kemana.
Kebetulan, saudara kami baru pulang entah baru pulang kerja
atau pulang memancing, tetapi saudara kami sempat bertanya dan si terduga tamu
menjawab mencari “Ivan”.
Sudara kami langsung menujuk rumah dan berkata “biasanya jam
segini masih bangun”. Sontak karena diarahkan begitu, terduga tamu nampak
bersemangat sekali mengetuk pintu dan merengsek tuas pintu.
Siang harinya, kami coba menghubungi teman-teman kami yang
biasanya ke rumah atau teman kami yang kemungkinan ke rumah.
Jawabannya adalah teman-teman kami tidak ada yang ke rumah
kami apalagi jam 11 malam.
Sekedar informasi saja, kami tidak begitu memiliki banyak
teman dan tidak semua teman kami tahu alamat rumah kami. Jadi ketika ada yang
bertamu, kadang kami heran itu tamu dari mana.
Setelah menghubungi rekan kami, kami bahkan terkejut kala
mendengar salah satu dari teman kami pernah terkena hipnotis saat malam hari. Sontak,
rasa semakin waspada pun semakin tinggi.
Kami bahkan mencopot terlebih dahulu plang usaha kami yakni
Vana Home Record.

Dari yang kami duga, terduga tamu tersebut memang mencari
orang secara random. Misalnya saja pergi ke suatu tempat dan bertanya pada
warga sekitar mengenai suatu nama misalnya saja nama orang yang umum digunakan
seperti Irvan, Ahmad, Muhammad, Ujang, Asep, dan seterusnya.
Terlebih kami memang jarang menerima tamu apalagi jam 11
malam, hal tersebut tentunya semakin menambah ketidaknormalan tentang kejadian
kemarin.
So, semoga tulisan ini dapat dipetik hikmah atau inti sarinya
oleh kalian.
Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga
bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.