Pengisian Aki Motor Lemah, Cek Beberapa Komponen Berikut !!!

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini
kita akan membahas mengenai pengisian aki motor yang lemah.
Masih betah nih kami membahas mengenai seputaran aki motor
yang lemah. Dan kali ini kita akan kembali bahas mengenai sistem pengisiannya.
Baca Juga: Jalur Pengisian Aki Motor, Lewatin Komponen Apa Saja Ya???
Aki sendiri fungsinya adalah untuk menampung daya listrik
yang mana aki ini juga memiliki nama lain yakni accu atau accumulator.
Well, untuk kalian yang punya masalah dengan pengisian aki
motor yang lemah, mari kita bahas bersama dalam artikel ini.
1. Regulator atau Kiprok Bermasalah
Yang pertama adalah regulator atau kiprok. Komponen yang satu
ini fungsinya adalah untuk mengkonversikan arus AC dari spull menjadi DC.
Adapun selain bertugas untuk mengubah arus, kiprok juga
berfungsi untuk mengatur besaran daya yang nantinya akan masuk ke aki.
Biasanya, pengisian yang lemah akan terjadi karena kiprok
sudah rusak. jika kiprok sudah rusak, maka punya 2 ciri yakni pengisian yang
lemah atau pengisian yang berlebihan (overcharge).
2. Perkabelan Bermasalah
Masalah selanjutnya adalah karena perkabelan yang bermasalah.
Salah satu masalah pada kabel biasanya karena ada yang terjepit hingga ada yang
longgar.
Sebut saja, pastikan kita sudah mengencangkan dengan baik
kabel pada aki. selain itu, pastikan kabel di area sikring tidak ada yang
terjepit atau bahkan putus.
3. Soket Kiprok Gosong
Masalah lain yang dapat menyebabkan pengisian aki bermasalah
adalah karena soket pada kiprok gosong.
Kiprok saat bekerja memang akan menjadi panas, oleh karenanya
jangan heran jika terjadi overheat, maka soket kiprok pun akan menjadi gosong.
4. Aki Yang Rusak
Jangan lupa pastikan juga jika aki yang kita miliki masih
bagus atau masih berumur muda (kurang dari 2 tahun).
Jika aki kita sudah tua dan rusak semisal ngedrop atau bocor,
maka jangan heran jika pengisian akan selalu lemah.
Lemah karena aki adalah karena aki tidak dapat lagi menampung
daya listrik dengan baik. Analoginya adalah kita mengucurkan air menuju ember
yang bagian bawahnya bolong.
Embernya memang akan terisi, tetapi tidak efektif mengingat
bagian bawahnya ada yang bolong.
5. Modifikasi Sistem Kelistrikan Secara Tidak Tepat
Jika kalian mengubah beberapa komponen kelistrikan seperti
lampu-lampu terlebih lampu kepala, maka sebaiknya segera standarkan.
Sebab, memodifikasi sistem kelistrikan secara kurang tepat
dapat membebani sistem pengisian.
Begini, bisa jadi pengisian listrik pada aki normal, tetapi
karena beban listriknya lebih besar karena sudah dimodifikasi, maka aki pun
akan langsung memberikan aliran listrik lebih besar dari yang biasanya.
Biasanya besaran listrik dari kiprok menuju aki sudah distel
sedemikian rupa, dan jika kita memodifikasi sistem kelistrikan ke daya yang
lebih besar dan tanpa dibarengi dengan memodifikasi aki serta kiprok, maka
kemungkinan besar hal tersebut akan menyebabkan sistem pengisian menjadi
terbebani dan lemah.
6. Spull Bermasalah
Spull atau magnet ini sebenarnya jarang mengalami masalah. Tetapi
pada motor-motor yang sudah berumur, terkadang spull ini mengalami masalah seperti
gosong dan lain sebagainya.
Spull ini fungsinya adalah sebagai “pembuat” aliran listrik
yang nantinya akan didistribusikan pada regulator atau kiprok.
Oh iya, untuk kalian yang ingin mengecek sistem pengisian
pada aki, kalian bisa menggunakan voltmeter digital.
Baca Juga: Fungsi Voltmeter Pada Motor
Pasang voltmeter ini pada aki dan hidupkan mesin motor lalu
tahan di RPM 4000-5000 RPM, jika tegangan pada voltmeter ada di angka 14 volt,
maka sistem pengisian normal.
Sedangkan jika kurang atau lebih dari 14 volt, maka pengisian
bermasalah (misal 13 volt atau 15 volt).
Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga
bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.