Apa Penyebab Morbidelli dan Rossi Terpuruk Saat Race Qatar 2021?

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Balapan pembuka
yang dihelat di Losail Qatar telah selesai digelar pada Minggu malam.
Balapan tersebut menghadirkan Vinales sebagai juara, disusul
oleh Zarco di posisi dua, dan Bagnaia sebagai pengisi slot 3 besar.
Balapan tersebut terbilang cukup seru, terlebih pada
akhir-akhir balapan, dimana suguhan overtake di tikungan khas motor inline
disajikan (Yamaha dan Suzuki).
Selain itu, superiornya Ducati di trek lurus juga terjadi
pada balapan kemarin. Terbukti, Zarco dan Bagnaia mampu dengan mudah menyalip
Joan Mir yang sebelumnya ada di posisi kedua.
Pada balapan kemarin, ada cerita cukup menarik dimana duo
Yamaha Petronas SRT nampak terbenam tiap lap-nya.
Yips, sang runner up dunia musim 2020 yakni Morbidelli dan
juga sang veteran yakni Rossi nampak tidak menggigit saat balapan berlangsung.
Padahal, Rossi memulai balapan dari posisi 4 atau grid depan,
sedangkan Morbidelli memulai start dari posisi 7.
Namun di akhir bendera finish dikibarkan, Rossi ada di posisi
12 sedangkan Morbidelli ada di posisi 18.
Mengapa demikian? banyak pecinta balap MotoGp yang
bertanya-tanya.
Bila kita simak balapan semalam, alasan Rossi kurang
menggigit adalah karena Rossi sempat terlibat kontak dengan salah satu pembalap
di tikungan yang membuat ia harus terpaksa melebar dan merosot posisinya.
Selain itu, Rossi juga bersikukuh jika grip ban belakangnya
kurang mencengkram sehingga membuat performa Yamaha M1-nya kurang menggigit.
Di sisi lain, Morbidelli beranggapan bahwa perangkat baru
dari Yamaha M1-nya yakni Holeshot mengalami kendala. Kendala tersebut baru ia
sadari ketika berada di starting grid.
Holeshot tersebut seperti aktif dengan sendirinya dan membuat
shock belakang dari motornya “tidak terkendali”.
Namun setelah start, holeshot yang telah dikembangkan jadi
shape shifter tersebut bekerja dengan normal sepanjang balapan. Tapi tetap
saja, Morbidelli menganggap ia tidak dapat maksimal dengan motornya.
Lebih lanjut. Morbidelli mengungkapkan bahwa Yamaha M1 spek A
yang ia tunggangi memiliki masalah lain yakni kesulitan menikung dengan baik. Hal
tersebut ia tuturkan berlangsung secara terus berulang.
Anehnya, hal tersebut hanya berlaku jika suhunya rendah. Maka
tidak heran, jika Morbidelli nampak beringas saat balapan siang, tapi melempem
saat balapan di malam hari yang suhunya rendah.
Tentu, ini jadi PR cukup besar bagi Yamaha Petronas SRT
selaku tim satelit dari Yamaha Monster Energy.
Kita nantikan saja bagaimana reaksi dari mekanik Yamaha Petronas
SRT. Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan
sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.