-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

8 Efek Bore Up Pada Kendaraan Bermotor Yang Harus Kita Ketahui

 

8 Efek Bore Up Pada Kendaraan Bermotor Yang Harus Kita Ketahui
Sumber: tokopedia.com

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai efek bore up pada kendaraan bermotor.

 

Bore up merupakan salah satu pembahasan yang intens kami bahas dalam beberapa artikel kami belakangan ini.

 

Bore up sendiri masih jadi primadona dalam upaya meningkatkan performa mesin dari kendaraan bermotor termasuk pada sepeda motor.

 

Mengenai pemaknaan, bore up sendiri adalah modifikasi yang dilakukan pada sektor ruang bakar yakni melakukan pelebaran bore atau diameter dari piston yang artinya bore up ini ikut serta dalam melakukan ubahan piston, dinding silinder, hingga blok mesin.

 

Meski hanya tiga komponen pokok yang diubah, tetapi pada kasus-kasus tertentu, bore up juga melakukan ubahan pada camshaft, crankshaft, klep, karbu, hingga sistem pengapian (penyesuaian).

 

Bore up memang menggiurkan, sebab peningkatan cc-nya saja bisa sampai 2 kali lipat, tetapi perlu dipertimbangkan bahwa bore up juga memiliki beberapa efek positif dan negatif seperti kami rangkum di bawah ini:

1. Menambah cc atau Kubikasi Mesin

Yang pertama adalah melakukan bore up dapat menambah cc atau kubikasi mesin. Hal tersebut karena bore up menambah diameter dari piston.

 

Perhitungan cc sendiri salah satunya adalah memasukan phi, jari-jari piston (setengah diameter), hingga stroke atau langkah piston.

 

Menariknya, berbeda dengan oversize yang peningkatan cc yang cenderung kecil, bore up ini mampu meningkatkan cc mesin bahkan hingga 2 kali lipat, meski memang menambah cc hingga 2 kali lipat dapat banyak beresiko.

 

2. Menambah Performa Mesin

Efek selanjutnya adalah menambah performa mesin. Tetapi harus dicatat bahwa penambahan performa ini akan didapat apabila bore dilakukan dengan benar.

 

Misalnya saja, perlu ada penyesuaian pada sektor lain. Ya terbayang bukan? Jika cc mesin sudah naik, tetapi bagian lain seperti klep, pengapian, hingga pengabutan bahan bakar masih pakai komponen yang masih standar.

 

Oleh karenanya, jangan heran jika kita bicara bore up, maka cakupannya bukan hanya ruang bakar, tetapi bahas komponen pendukung lain.

 

3. Membuat Mesin Jadi Lebih Panas

Selanjutnya adalah membuat mesin jadi lebih panas, oleh karenanya dalam melakukan bore up ini biasanya dibarengi juga dengan upgrade sistem pendingin.

 

But the way, efek ini juga yang membuat kenapa bore up kurang direkomendasikan untuk keperluan harian.

 

4. Perawatan Lebih Ribet

Selanjutnya adalah perawatan yang jadi lebih ribet. Analoginya adalah seperti pergantian oli yang jadi lebih cepat, hingga penggunaan oli khusus seperti oli sintetik berharga mahal.

 

5. Menggugurkan Garansi Mesin

Jika kita melakukan bore up, tentu efeknya adalah garansi pada mesin menjadi hangus atau gugur atau sudah tidak berlaku.

 

Oleh karenanya, melakukan bore up artinya kita sudah ikhlas akan hilangnya garansi dari mesin (jika masih ada garansi mesin).

 

6. Harus Uji Kelayakan Mesin

Secara legalitas, melakukan bore up sebenarnya diperbolehkan tetapi dengan catatan kita harus melakukan uji kelayakan pada instansi terkait.

 

7. Mesin Jadi Lebih Banyak Memerlukan Bahan Bakar

Sejalan dengan performa yang meningkat, bore up juga dapat membuat komsumsi bahan bakar jadi lebih banyak.

 

8. Menghabiskan Dana

Efek terakhir adalah bahwa melakukan bore up ini setidaknya pasti mengeluarkan dana atau uang yang tidak sedikit.

 

Perlu jutaan rupiah untuk melakukan bore up dengan baik, belum lagi biaya perawatan mesin yang lebih rewel dari mesin standar.

 

Oleh karenanya, jika kendaraan hanya untuk penggunaan harian, lebih baik gunakan saja mesin standar, biar lebih hemat hehe.

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel