-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Starter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Ini 5 Penyebabnya !!!


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai starter motor yang kadang bisa, dan kadang juga tidak bisa.

 

Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah starter motor dengan jenis otomatis atau elektik. Jadi kami tidak akan membahas mengenai starter motor manual atau kick starter atau engkol.

 

Starter berjenis elektrik banyak digandrungi oleh konsumen di Indonesia, oleh karenanya jangan heran jika kini banyak motor-motor yang hanya dibekali dengan starter elektik dan tanpa dibekali dengan kick starter.

 

Sebut saja, jika dulu motor yang hanya menggunakan elektrik starter adalah motor-motor sport full fairing seperti Ninja 250, R15, CBR150, dan sejenisnya, kini motor-motor metik ber cc kecil juga mulai meninggalkan kick starter dan hanya berfokus ke elektrik starter (contohnya salah satu varian Scoopy 2021).

 

Kami sendiri suka dengan elektrik starter karena memang praktis dan lebih “gaya”, tetapi bila boleh jujur, kami lebih suka dengan kick starter karena lebih hemat dan tidak mudah rewel.

 

Elektrik starter sendiri memang lebih praktis, tetapi perlu diingat bahwa elektrik starter ini memakan banyak daya listrik pada aki, serta kadang sering rewel seperti tidak mau menyala hingga kadang nyala dan kadang tidak.

 

Lalu apa saja sih penyebab starter motor kadang bisa kadang tidak?

1. Aki Lemah

Starter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Ini 5 Penyebabnya !!!

Yang pertama adalah karena aki sudah lemah. Lemah di sini artinya adalah bahwa aki masih memiliki daya tetapi dayanya kurang.

 

Jadi aki hanya sanggup menyalakan lampu hingga klakson, tetapi kurang bisa mengangkat atau menghidupkan elektrik starter,

 

Nah sekedar informasi saja nih sob, untuk motor dengan sistem kelistrikan DC, ketika aki sudah lemah, maka saat pertama menyalakan motor, maka aki akan kurang sanggup dalam menghidupkan starter elektrik.

 

Namun ketika motor sudah menyala mesinnya, maka aki perlahan terisi dan akan sanggup menyalakan starter elektrik.

 

Tetapi begitu motor lama tidak digunakan, maka starter akan susah atau bahkan tidak mau menyala karena daya pada aki sudah berkurang.

 

Oleh karena itu, silahkan cek terlebih dahulu, apakah aki masih normal atau sudah lemah.

 

Cara mengeceknya adalah dapat menggunakan voltmeter, avo meter, hingga multitester.

 

Baca JugaFungsi Voltmeter Pada Motor

 

Aki yang normal akan bertegangan 12 volt saat mesin dalam keadaan mati dan ketika mesin menyala, maka tegangannya adalah sebesar 14 volt,

 

2. Tombol Starter Kotor

Saterter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Ini 5 Penyebabnya !!!

Jika aki masih normal, maka kita dapat curiga pada salah satu komponen yang satu ini. Komponen tersebut adalah tombol starter yang ada di bagian stang sebelah kanan.

 

Mungkin modelnya akan berbeda-beda, tetapi yang pernah kami alami dari ciri-ciri tombol starter bermasalah adalah starter jadi tidak merespon dan kadang bisa menyala jika kita tekan tombol starter dengan cukup keras.

 

Untuk mengatasi hal ini caranya cukup mudah, kita cukup bersihkan bagian dalam tombol starter dari debu dan karat.

 

Kami sendiri membersihkan bagian dalam dengan pembersih karbon, kalian bisa juga membersihkan tombol starter yang kotor dengan bensin, tiner, maupun WD.

 

3. Bendik Mulai Lemah

Saterter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Ini 5 Penyebabnya !!!
Salah satu model bendik, pada motor lain bentuknya akan berbeda-beda

Yang jadi penyebab ketiga adalah bendiknya yang lemah. Bendik yang lemah dapat ditandai dengan suara cetek-cetek saat tombol starter dinyalakan.

 

Nah jika aki motor normal, lalu tombol starter juga normal, maka bendik bisa jadi penyebab kenapa starter motor kadang bisa menyala dan kadang tidak menyala.

 

Bendik sendiri biasanya terletak dekat dengan aki, tetapi ada juga yang dekat dengan dinamo starter.

 

Adapun salah satu cara mengecek kesehatan dari bendik atau relay starter adalah dengan cara menghubungkan kutub positif dan negatif pada bendik dengan batang besi (misal obeng).

 

Jika starter menyala setelah bendik dikorsletkan, maka bendik dipastikan sudah bermasalah dan harus diganti.

 

Selain cara di atas, kita juga dapat mengecek bendik dengan menggunakan multi tester dalam mode hambatan atau ohm. Jika setelah dicek ternyata bendik tidak memiliki hambatan atau jarum multi tester menunjuk angka nol, maka bendik dipastikan rusak atau lemah.

 

4. Dinamo Starter

Saterter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Ini 5 Penyebabnya !!!
Sumber: bukalapak.com

Penyebab selanjutnya adalah karena dinamo starter yang rusak, biasanya yang rusak adalah bagian arangnya yang sudah habis atau menipis.

 

Tanda dinamo starter rusak pada motor adalah kadang tidak berbunyi (sudah tidak kuat berputar) hingga keluar bunyi “krek” dengan suara yang panjang.

 

Nah jika dinamo starter rusak terutama karena kul atau areng starternya mulai tipis, biasanya akan membuat starter dapat menyala dan kadang tidak.

 

Jika motor kalian sudah berumur, maka dinamo starter bisa jadi merupakan penyebab starter motor kita “labil”.

 

Nah untuk mengetes kerusakan starter motor karena dinamo starter, kita dapat cek dengan cara memukul-mukul dinamo starter dengan obeng atau kunci pas/ ring/ dsb.

 

Jika sebelumnya starter mati dan kemudian starter menyala setelah dinamo starter dipukul-pukul (pukul sewajarnya saja tidak usah keras-keras), maka kemungkinan dinamo starter minta diservice atau diganti.

 

5. Kabel Bermasalah

Sebenarnya jika motor kalian jarang dibongkar, maka kabel bodi ini sangat jarang bermasalah. Tetapi karena beberapa fakor misal karena digigit tikus, motor pernah terjatuh, dan lain hal, maka ada beberapa kabel penting yang kadang terjepit hingga terputus sebagian.

 

Periksa area kabel di daerah aki dan bendik starter, siapa tahu ada yang terjepit atau tertekuk atau ada yang putus.

 

Opsi atau penyebab ini sebenarnya penyebab yang jarang terjadi, tetapi tidak ada salahnya untuk memastikan.

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel