-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Segini Ukuran Standar Per CVT Scoopy


Satupiston.com – Assalamu’Alaikum. Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai ukuran standar per CVT Scoopy.

 

Scoopy merupakan motor dengan jenis metik yang memiliki desain retro nan modern yang dipasarkan dan diproduksi oleh pabrikan Astra Honda Motor (AHM).

 

Segini Ukuran Standar Per CVT Scoopy
Sumber: astra-honda.com

Scoopy sendiri hingga sekarang masih diproduksi dan yang terbaru tercatat semenjak artikel ini diturunkan, Scoopy sudah mengijak generasi Scoopy Fi eSP dengan rangka eSAF.

 

Baca JugaSpesifikasi All New Scoopy 2021, Spesial Hari Pahlawan Semua Serba Baru !!

 

Nah biacara soal per CVT, komponen yang satu ini banyak diubah oleh beberapa pengguna motor karena dipercaya mampu mendongkrak performa dari motor metik mereka.

 

Lalu berapa ukuran dari per CVT standar Honda Scoopy?

 

Ukuran standar per CVT Scoopy adalah sekitar 800 Rpm dan salah satu kode part per CVT yang dapat diaplikasikan adalah per CVT dengan kode 23233-GCC-000.

 

Nah CVT sendiri sering dinyatakan dalam ukuran RPM atau Rotasi Per Menit. Adapun per CVT dianggap mampu mendongkrak performa dari motor skutik karena disinyalir memiliki fungsi untuk memberi dorongan dari gaya pegas menuju puli primer.

 

Biasanya per CVT ini akan diubah ke ukuran yang lebih besar misal ukuran 1000 Rpm hingga ukuran 1500 Rpm. Apa alasannya? Ya alasannya adalah demi kepentingan performa yang dapat lebih “menggigit”.

 

Nah sebagai informasi tambahan, kami ingin menginformasikan juga mengenai ukuran roller dari Honda Scoopy.

 

Rasanya tidak lengkap juga jika kita bicara soal ukuran per CVT tetapi tidak membahas ukuran roller CVT.

 

Adapun ukuran roller dari Honda Scoopy adalah sebagai berikut:

  • Ukuran roller standar dari Honda Scoopy adalah seberat 12 Gram.
  • Ukuran roller standar dari Honda Scoopy FI adalah seberat 13 Gram.

 

Adapun dalam melakukan ubahan roller, maka akan bertemu dengan acuan sebagai berikut:

  • Gunakan roller yang lebih ringan dari berat roller standar untuk mengejar akselerasi (keperluan di tanjakan).
  • Gunakan roller yang lebih berat dari berat roller standar untuk mengejar top speed (biar kenceng).

 

Dan sebagai informasi tambahan, roller sendiri bisa dipakai sampai 25.000 Km, namun pada tiap 10.000 Km sekali harus dilakukan pengecekan.

 

Perlu dipertimbangkan bahwa jika kita ngebet ingin kenceng dengan mengganti ukuran roller maka akan ada yang dikorbankan. Hal yang dikorbankan tersebut adalah akselerasi (jadi kurang bertenaga di tanjakan).

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript