-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Apa Itu Team Order Di MotoGp ???


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai team order di MotoGp.

 

Belakangan menjadi menarik dan cukup viral ketika “team order” kembali terangkat setelah GP Valancia 2020 sesi pertama berhasil dihelat.

 

Saat itu di beberapa lap terakhir, Rins nampak melebar dan dengan mudah disodor oleh rekan satu timnya yakni Joan Mir (Suzuki Escar).

 

Pada akhirnya, Mir memperlebar jarak dengan Alex Rins sehingga Mir berhasil berada di posisi pertama dan menjadi juara serie di Gp VALENCIA (GP EROPA).

 

Kemenangan Mir tersebut sekaligus memperlebar jarak dengan kompetitornya yakni Fabio Quartararo dari Yamaha Petronas.

 

Karena kejadian tersebut, maka kembali ramai perbincangan mengenai team order, lalu apa sih team order dalam MotoGp itu?

 

Pengertian Team Order

Team order bila kita terjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia artinya adalah Pesanan Tim.

 

Sedangkan bila kita telisik ke wikipedia.org, maka team order akan didefinisikan sebagai berikut:

Team order adalah praktik tim yang mengeluarkan instruksi kepada pengemudi untuk menyimpang dari praktik normal balapan melawan satu sama lain seperti yang mereka lakukan terhadap pembalap tim lain. Hal ini dapat dilakukan baik sebelumnya, hanya dengan menetapkan urutan kekuasaan antara pembalap dalam tim, atau menginstruksikan pengemudi untuk membiarkan rekan setimnya menyalip atau mempertahankan posisi tanpa risiko tabrakan. Ini umumnya dilakukan ketika satu pembalap tertinggal dalam balapan tertentu tetapi unggul secara keseluruhan dalam musim kejuaraan. Tim kemudian akan memerintahkan pembalap mereka untuk mengatur ulang diri mereka sendiri di lintasan untuk memberikan lebih banyak poin kejuaraan kepada pembalap yang unggul dalam kejuaraan. Alasan lain untuk pesanan tim adalah di mana beberapa pembalap berada dalam posisi jauh di depan lapangan, karena semuanya yakin akan kemenangan. Perintah tim dikeluarkan untuk mencegah pembalap saling balapan; tujuannya adalah agar mereka mengemudi dengan hati-hati untuk menghemat bahan bakar, mengurangi kemungkinan masalah mekanis, dan menghindari tabrakan. Hal ini telah terjadi dalam banyak kesempatan dalam sejarah motorsport, terkadang menyebabkan pertengkaran hebat antara tim dan pembalap yang kurang beruntung.

 

Intinya adalah team order ini merupakan pesanan tim pada pembalapnya untuk “mengalah” dan membantu rekan satu timnya yang berpeluang untuk meraih juara.

 

Misal pembalap A punya peluang untuk juara dunia, sedangkan pembalap B yang merupakan rekan satu timnya masih kompetitif tetapi peluang juara dunianya lebih kecil dari pembalap A.

 

Karena situasi tersebut, maka biasanya tim akan mengintruksikan si B untuk membantu si A di lintasan misal dengan mengalah saat si A hendak menyalip B atau si B akan coba “bertarung” di lintasan dengan para pengganggu si A (dalam hal ini pembalap lain yang hendak menyalip si A).

 

Team order ini sendiri masih dianggap tabu, dan salah satu misteri team order yang cukup heboh adalah mengenai kode “mapping 8” pada pit board tim Ducati yang ditujukan untuk Lorenzo beberapa tahun silam.

 

Apa Itu Team Order Di MotoGp ???
Sumber: bola.com

Pro dan Kontra Team Order Di MotoGp

Team order sejatinya tidak tertuang secara gamblang melalui regulasi di dunia balap. Team order sendiri cukup familiar juga di ajang F1, jadi bukan hanya di MotoGp.

 

Tetapi yang menarik untuk disimak adalah bahwa team order ini merupakan suatu hal yang “remang-remang”.

 

Di satu sisi, tim dan pembalap kadang tidak keberatan dan malah mendukung adanya team order.

 

Tetapi di sisi lain bila kita boleh jujur, tindakan seperti ini merupakan tindakan yang kurang sportif bukan???

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript