-->


★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan Bermotor, Simak Di sini !!!

 

Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan Bermotor, Simak Di sini !!!


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai fungsi piston pada mesin kendaraan bermotor.

 

Piston merupakan salah satu komponen penting pada motor bakar bensin. Meski ada teknologi lain selain penggunaan piston pada mesin kendaraan mekanik, namun untuk saat ini piston sendiri masih menjadi satu komponen yang paling populer untuk digunakan pada mesin kendaraan bermotor.

 

Nah sobat satupiston.com, tahu tidak sebenarnya piston itu apaan sih? Mari kita bahas saja bersama dalam artikel ini.

 

Pengertian Piston

Menurut id.wikipedia.org, pengertian piston secara umum adalah:

Piston adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah silinder mesin pembakaran, dalam silinder hidraulik, pneumatik, dan silinder pompa.

 

Sedangkan dalam referensi yang sama, pengertian piston pada mesin adalah sebagai berikut:

Piston adalah komponen mesin yang membentuk ruang bakar bersama – sama dengan silinder blok dan silinder head. Piston jugalah yang melakukan gerakan naik turun untuk melakukan siklus kerja mesin, serta piston harus mampu meneruskan tenaga hasil pembakaran ke crankshaft. Jadi dapat kita lihat bahwa piston memiliki fungsi yang sangat penting dalam melakukan siklus kerja mesin dan dalam menghasilkan tenaga pembakaran.

 

Secara gambaran, piston dalam mesin ini memiliki bentuk tabung yang bagian bawahnya kopong atau kosong karena nantinya akan ada dudukan untuk stang piston atau connecting rod yang terhubung dengan crankshaft.

 

Piston sendiri merupakan sinonim dari torak atau seher. Jadi jika kalian lebih mengenai komponen yang satu ini dengan nama torak atau seher, maka itu tidaklah salah karena baik itu piston, torak, hingga seher merujuk satu komponen yang sama, hanya saja berasal dari bahasa yang berbeda.

 

Fungsi Piston

Masih merujuk dari id.wikipedia.org, secara umum piston memiliki beberapa fungsi yakni sebagai berikut:

1. Mengubah volume dari isi silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena piston mendapat tekanan dari isi silinder atau sebaliknya torak/piston menekan isi silinder. Torak atau piston yang menerima tekanan dari fluida dan akan mengubah tekanan tersebut menjadi gaya (linear).

2. Membuka-tutup jalur aliran.

3. Kombinasi dari hal di atas.

 

Piston sendiri harus memiliki sifat vakum untuk mengerjakan tugas seperti apa yang terpapar di atas. Oleh karenanya piston harus dipasang dengan sangat rapat dalam silinder. Untuk mesin kendaraan bermotor sendiri, piston diberi beberapa ring yang tujuannya adalah agar membuat piston jadi semakin lebih rapat dalam silinder sehingga tidak terjadi kebocoran tekanan atau kompresi.

 

Adapun fungsi dari piston dalam mesin kendaraan bermotor adalah sebagai berikut:

1. Menghisap Campuran Bahan Bakar Yang Sudah Dikabutkan

Fungsi pertama dari piston dalam kinerja pembakaran mesin bensin adalah menghisap campuran bahan bakar (bensin dan udara) yang sudah dikabutkan karburator maupun injektor dan disemprotkan melalui intake serta masuk pada katup.

 

Setelah katup in terbuka, maka piston akan bergerak dari TMA (Titik Mati Atas: yakni posisi paling mentok piston saat berada di atas atau berada dekat dengan katup) menujuk TMB (Titik Mati Bawah: yakni posisi terendah piston atau posisi piston yang paling dekat dengan crankshaft).

 

Saat perpindahan piston dari TMA ke TMB tersebut, maka piston menghisap campuran bahan bakar yang sudah dikabutkan agar dapat masuk ke ruang bakar sesuai dengan takarannya.

 

2. Melakukan Kompresi Campuran Bahan Bakar

Apa yang dilakukan piston setelah campuran bahan bakar yang sudah dikabutkan telah berada di dalam ruang bakar atau silinder?

 

Setelah campuran bahan bakar berada di dalam ruang bakar, maka selanjutnya piston melakukan kompresi atau menekan campuran bahan bakar agar menjadi padat dan memiliki daya ledak yang lebih tinggi.

 

Proses kompresi ini butuh kevakuman atau kerapatan pada ruang bakar, sehingga saat proses ini kedua jenis katup yakni katup in dan ex pada mesin kendaraan dalam keadaan tertutup.

 

Piston akan bergerak dari TMB menuju TMA guna memadatkan campuran bahan bakar. Dalam proses ini, setidaknya piston harus memiliki daya tahan yang kuat sehingga tidak retak atau penyok dalam memadatkan campuran bahan bakar yang sudah dipadatkan.

 

3. Menkonversi Hasil Pembakaran Jadi Energi Gerak

Fungsi ketiga adalah piston harus mampu mengubah daya ledak menjadi energi gerak atau mekanik.

 

Saat proses kompresi, sepersekian detik sebelum piston benar-benar menuju TMA, maka busi akan memercikan api dan seketika dalam ruang bakar akan ada proses pembakaran atau lebih tepatnya proses peledakan.

 

Alasan kenapa campuran bahan bakar yang tadi harus dikompresi adalah supaya campuran bahan bakar dapat lebih maksimal dalam diledakan sehingga mampu mendorong kembali piston ke TMB.

 

Saat terjadi pembakaran dalam ruang bakar, piston yang semula ada di atas karena melakukan kompresi akan terdorong ke bawah dan menggerakan crankshaft melalui connecting rod atau stang piston.

 

Dalam tahap pembakaran ini, piston harus tahan akan panas serta ledakan. Jadi piston tidak boleh memuai apalagi sampai terbelah.

 

Selain itu, stang piston atau connecting rod juga harus kuat untuk menyalurkan besarnya daya ledak yang diterima piston untuk selanjutnya menggerakan crankshaft.

 

4. Membuang Sisa Gas Hasil Pembakaran

Setelah proses pembakaran telah selesai dan piston berada pada TMB, maka piston dibantu crankshaft dan stang piston (connecting rod) harus kembali menekan gas buang sisa pembakaran.

 

Piston akan bergerak dari TMB menuju TMA dan klep ex akan terbuka untuk selanjutnya gas sisa pembakaran pun akan keluar menuju knalpot.

 

Nah fungsi-fungsi di atas sendiri berlaku untuk piston dalam kendaraan dengan jenis mesin 4 tak atau 4 langkah.

 

Kenapa demikian? karena dalam satu kali proses pembakaran terdapat 4 langkah atau 4 proses. Sedangkan dalam motor atau mesin bensin 2 tak atau 2 langkah, proses pembakaran hanya dilakukan dalam 2 langkah atau 2 tahapan.

 

Perbedaannya hanya terletak pada bagian katup, dimana dalam motor 4 langkah, katup in akan terbuka pada tahap pertama yakni tahap dihisapnya campuran bahan bakar menuju ruang bakar. Selanjutnya katup ex akan terbuka setelah dua proses terlalui yakni proses kompresi dan pembakaran.

 

Jadi kurang lebih dalam motor empat langkah, peran katup terjadi sebagai berikut: Buka katup (IN), tutup, tutup, Buka katup (EX).

 

Sedangkan dalam motor dua langkah, peran katup terjadi sebagai berikut: Buka katup (IN), Buka Katup (EX) *) Buka tutup katup terjadi secara bergantian.

 

Karena proses pembakaran dari mesin bensin 2 tak kurang sempurna, maka tidak heran jika pada motor dengan jenis 2 tak masih mengeluarkan asap putih pada knalpotnya.

 

Walau secara umum urutan pembakaran dari mesin 2 tak dan 4 tak berbeda, namun secara garis besar fungsi piston pada mesin adalah untuk mendukung proses pembakaran dan mengubah daya ledak dari hasil pembakaran menjadi gaya gerak yang selanjutnya akan disalurkan menuju crankshaft.

 

Syarat Piston Yang Baik

Karena kinerja piston pada mesin cukup penting dan juga cukup berat, maka piston setidaknya harus memiliki beberapa syarat agar dapat bekerja secara optimal dan tentunya agar daya tahannya jadi lebih awet.

 

Adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ringan

Yang pertama adalah piston harus memiliki berat yang ringan. Sifat ringan ini harus dimiliki oleh piston agar membuat kinerja piston lebih ideal dalam menghasilkan putaran yang tinggi pada mesin.

2. Kuat

Selanjutnya piston harus kuat karena piston dalam proses pembakarannya menghadapi dua tahap yakni tahap kompresi campuran bahan bakar dan tahap menerima ledakan dari campuran bahan bakar yang diperciki api oleh busi.

3. Tidak Mudah Memuai

Sejatinya tidak ada benda yang tidak memuai ketika terkena panas terlebih dalam temperatur yang tinggi. Namun meski begitu, setidaknya piston harus memiliki sifat yakni tidak dapat dengan mudah memuai. Jika piston memuai, hasilnya adalah piston dapat tersangkut pada silinder dan proses pembakaran jadi tidak bekerja dengan normal (biasanya saat piston memuai dan tersangkut di silinder, maka stang piston akan ikut bengkok).

 

Komponen Pendukung Pada Piston

Pada piston dalam mesin, ada beberapa komponen yang jadi pendukung dalam kerja piston itu sendiri. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ring atau cincin piston yang melekat pada piston. Dalam komponen dengan suhu yang rendah (tidak terlalu panas), maka biasanya ring piston ini digantikan oleh seal karet yang tujuan dan fungsinya sama yakni membuat piston menjadi vakum.

2. Pena atau pin piston yang menjadi dudukan stang piston dengan piston.

3. Connecting rod atau stang piston atau batang piston yang menghubungkan piston dengan crankshaft.

 

Celah Ring Piston

Untuk membuat ruang bakar tetap vakum, maka piston pada mesin kendaraan bermotor harus serapat mungkin dengan dinding silinder.

 

Tetapi jika terlalu rapat, maka kemungkinan piston dapat tersangkut pada dinding silinder bila nantinya memuai karena suhu yang tinggi.

 

Tetapi jika terlalu renggang, maka kemungkinan piston akan kehilangan kompresi sehingga mesin kurang bertenaga dan knalpot mengeluarkan asap baik itu asap berwarna putih maupun asap berwarna hitam tanda pembakaran tidak sempurna.

 

Celah dari ring piston sendiri bervariasi tergantung dari jenis mesin, namun umunya adalah bercelah sekitar 0,02 mm─0,12 mm.

 

Kerusakan Pada Piston

Ada beberapa kerusakan pada komponen piston di ruang bakar yang umum terjadi. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ring piston aus atau patah yang diakibatkan karena kurangnya pelumasan hingga karena masa pakai yang sudah lama.

2. Dinding silinder baret. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor, misal karena oli mesin yang kotor hingga karena ring piston patah dan menggores dinding silinder.

3. Piston aus hingg baret. Pada kasus tertentu yang ekstrem, bahkan ditemukan piston yang terbelah.

4. Stang piston bengkok. Hal ini lumrah terjadi apabila kendaraan bermotor terbiasa menerobos banjir, lalu pada kondisi tertentu air merembes pada ruang bakar dan membuat kinerja pembakaran terhenti dengan cara “paksa”. Untuk motor yang sering overheat karena kekurangan oli mesin atau sistem pendingin tidak bekerja, maka piston dapat memuai dan kinerja piston tergangu serta menyebabkan stang piston bengkok.

 

Cara Merawat Piston

Piston pada mesin kendaraan memang memiliki usia pakai, namun perlu dipahami bahwa tindakan-tindakan yang salah dapat memperpendek usia pakai dari piston dan komponen pendukungnya.

 

Mengingat peran piston dalam mesin sangat vital, maka tidak ada salahnya untuk melakukan beberapa tips di bawah ini:

1. Selalu rutin mengganti oli agar piston dan komponen lain dalam mesin selalu terlumasi. Usahakan gunakan oli dengan takaran serta kekentalan yang sesuai.

2. Rutin ganti filter oli. Hal ini penting terutama untuk kendaraan bermotor yang masih mengaplikasikan filter oli sebagai media penyaring oli dari bak kopling menuju ruang bakar. Jangan biarkan serpihan logam masuk menuju ruang bakar karena dapat menyebabkan komponen pada piston baret-baret.

3. Pastikan sistem pendingin bekerja dengan baik, baik itu pendingin udara, pendingin oli, hingga radiator, semuanya harus dipastikan bekerja dengan baik agar mesin dan piston tidak terus bekerja dalam suhu kerja yang terlalu tinggi.

4. Jangan terus-terusan menggeber kendaraan bermotor karena dapat membuat piston jadi lebih cepat aus.

5. Jangan melakukan oversize, bore up, hingga stroke up secara sembarangan (jika tidak terlalu penting jangan dilakukan).

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript