-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Ukuran Roller Fino Biar Kenceng

 

Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai ukuran roller Fino biar kenceng.

 

Fino merupakan motor dari pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang dibekali dengan mesin terkategori sebesar 125 cc.

 

Ukuran Roller Fino Biar Kenceng
Sumber: yamaha-motor.co.id



Fino sendiri merupakan motor dengan jenis metik yang desainnya cukup retro atau cukup klasik.

 

Fino dari Yamaha jadi kompetitor secara head to head dengan Scoopy dari Honda. Hal tersebut karena baik Fino dan Scoopy sama-sama menargetkan segmen motor metik dengan desain retro atau klasik.

 

Nah karena merupakan motor metik, maka sudah barang tentu Yamaha Fino 125 ini menggunakan CVT sebagai media penerus putaran mesin menuju roda belakang.

 

Dalam CVT ini terdapat dua komponen yang cukup penting yakni roller dan vbelt yang fungsinya kurang lebih hampir sama dengan rantai dan gear dari motor non metik.

 

Roller biasanya diukur berasarkan satuan berat yakni gram. Adapun berat roller standar dari Yamah Fino adalah seberat 10,5 gram.

 

Nah jika kita hendak melakukan modifikasi pada area roller, maka gunakan prinsip di bawah ini:

 

Ganti roller dengan ukuran yang lebih ringan untuk mencari akselerasi (untuk keperluan tanjakan) dan ganti roller ke ukuran yang lebih berat untuk keperluan top speed.

 

Jadi ukuran roller Fino biar kenceng adalah dengan menggunakan roller yang beratnya di atas 10.5 gram (contohnya menggunakan roller dengan berat 12 gram).

 

Lakukan perubahan secara menyeluruh dan jangan disilang untuk mengindari terjadinya keausan yang signifikan pada area CVT motor.

 

Dan sebagai informasi tambahan, roller sendiri bisa dipakai sampai 25.000 Km, namun pada tiap 10.000 Km sekali harus dilakukan pengencekan.

 

Perlu diingat jika kita melakukan ubahan pada roller dengan kepentingan tertentu misalnya biar lebih kenceng (mengejar top speed), maka akan ada yang dikorban yakni akselerasi (kurang bertenaga di tanjakan), begitu juga sebaliknya.

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript