-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Kelebihan dan Kekurangan Motor Kopling Manual


Kelebihan dan Kekurangan Motor Kopling Manual


Satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan menggunakan motor dengan jenis kopling manual.

 

Motor dengan jenis kopling manual terkategori sebagai motor dengan jenis kopling basah yakni motor yang menggunakan sistem kopling yang harus dilumasi dengan oli.

 

Motor dengan jenis kopling basah sendiri terbagi dalam dua jenis yakni motor dengan jenis kopling basah semi otomatis, serta motor dengan jenis kopling basah manual.

 

Motor dengan jenis kopling semi otomatis contohnya adalah Supra X 125, Vega, Z1, dan lain sebagainya. Sedangkan motor dengan jenis kopling manual diantaranya adalah MX King, Supra GTR, Vixion, Byson, dan sejenisnya.

 

Nah biasanya yang terbiasa menggunakan motor metik atau motor dengan jenis kopling semi otomatis yang hendak mengganti motor ke motor dengan jenis kopling manual akan mencari tahu, apa sih kelebihan dan kekurangan motor dengan jenis kopling manual? Yuk, kita bahas saja.

 

Kelebihan Motor Kopling Manual

Ada beberapa kelebihan dari motor dengan jenis kopling manual, berikut kami sajikan kelebihannya:

 

1. Torsi Lebih Optimal

Menggunakan motor dengan jenis kopling manual setidaknya dapat membuat torsi awal motor jadi lebih optimal. Jika bingung torsi seperti apa yang sedang kita bahas, maka kami akan jawab bahwa yang sedang kita bahas adalah torsi “hentakan” ketika kita tengah memindahkan gigi.

 

Jika pada motor dengan tipe kopling semi otomatis perpindahan giginya relatif halus dan gitu-gitu aja, maka pada motor dengan jenis kopling manual, torsi perpindahan gigi relatif lebih optimal.

 

Hal tersebut pula lah yang membuat motor-motor pada ajang road race underbone (motor bebek) turut mengaplikasikan kopling manual, padahal sebelumnya motor underbone tersebut tidak menggunakan kopling manual (contohnya adalah motor dengan kelas 110 cc seperti Revo hingga Vega R di ajang road race yang sering diberi kopling manual).

 

2. Secara Penampilan Lebih Gaya

Secara penampilan atau “look”, motor dengan jenis kopling manual lebih dipandang bergaya atau laki abis (sangat laki). Diakui atau tidak, di Indonesia sendiri masih ada yang memandang jenis tipe kopling sebagai kasta dari sebuah motor.

 

Sebut saja dulu kami sempat menggunakan motor dengan jenis kopling semi otomatis, kemudian di depan kami ada yang menyebutkan bahwa motor kami sebagai motor “b4nci” karena belum mengaplikasikan sistem kopling manual. So dari pengalaman kami yang tidak mengenakan tersebut, maka dapat diakui mau tidak mau bahwa motor berkopling manual lebih memiliki gaya atau gengsi tersendiri.

 

3. Mudah Diatur

Jika sebelumnya kami sebut bahwa motor dengan jenis kopling manual memiliki torsi hentakan di saat perpindahan gigi yang cukup optimal (besar) dan ternyata kalian tidak senang dengan karakter motor yang seperti itu, maka tenang saja kita masih bisa mengatur jarak bebas kopling melalui kabel atau melalui tuas kopling agar perpindahan gigi bisa berjalan dengan halus.

 

Kekurangan Motor Kopling Manual

Well, selain kelebihan pasti ada kekurangan. Sub bab ini akan jadi bahan pertimbangan bagi kalian apakah akan terus menjatuhkan hati ke motor dengan jenis kopling manual atau beralih ke motor dengan jenis kopling lain.

 

Langsung saja berikut beberapa kekurangan dari motor dengan jenis kopling manual:

 

1. Membuat Tangan Kiri Jadi Pegal

Bagi yang baru pertama kali mengendari motor dengan jenis kopling manual, pasti akan mengalami hal yang satu ini. Terlebih bila motor yang dikendarai berjenis motor sport.

 

Motor dengan jenis kopling manual sendiri setidaknya memaksa tangan kiri agar ikut bekerja dalam perpindahaan transmisi (terkecuali jika kalian menggunakan motor berjenis quick shifter).

 

2. Bagi Pemula, Menggunakan Kopling Manual Tidaklah Mudah

Pasti semua sepakat bahwa menggunakan motor dengan jenis kopling manual tidaklah begitu mudah apalagi bagi yang baru pertama kali menggunakannya. Hal tersebut karena kita perlu momen yang pas agar motor tidak meraung hingga motor tidak mati.

 

Kesalahan yang sering terjadi adalah motor mati ketika hendak digas, lalu untuk mengakalinya adalah dengan cara membuka gas terlebih dahulu kemudian melepas kopling sehingga mesin sedikit meraung di awal. Bukan tidak boleh, tapi cara seperti itu dapat memperpendek usia sistem kopling misal kampas kopling hingga rumah koplingnya.

 

3. Perawatan Ekstra

Jika pada motor dengan jenis kopling semi otomatis kita “cukup” ganti oli dengan teratur dan tepat agar sistem kopling panjang umur, maka pada sistem kopling manual kita juga perlu merawat kabel kopling hingga tuas kopling. Banyak kasus kabel kopling yang putus dan tentunya menggangu aktivitas berkendara kita.

 

4. Kopling Mudah Aus

Dari pengalaman kami, umur kampas kopling dari motor dengan jenis kopling manual usianya lebih pendek bila kami bandingkan dengan motor dengan jenis kopling semi otomatis. Hal tersebut wajar karena jika pada motor berkopling semi otomatis, kemungkinan keselahan dalam menggunakan kopling sangat kecil (kecuali jika salah dalam memasang koplingnya).

 

Berbeda dengan motor berkopling manual yang mana gaya berkendara dari si pengendara turut andil dalam memperpendek usia sistem kopling. Sebut saja seperti saat kita banyak membuat mesin motor meraung karena terlambat melepas tuas kopling.

 

Saat mesin motor sering meraung pada posisi masuk gigi, maka sistem kopling seperti kampas kopling, pelat gesek, kaki empat, serta lawan kaki empat memiliki resiko lebih mudah untuk aus. Tidak percaya? Silahkan cari artikelnya di blog ini, kami sering jumpai motor dengan kopling manual yang usia sistem koplingnya pendek-pendek karena kesalahan gaya berkendara.

 

Penutup

Ya setelah membaca artikel ini, kami rasa keputusan untuk menggunakan motor berkopling manual atau tidak kami kembalikan sepenuhnya pada kalian.

 

Tetapi dari asumsi pribadi kami, untuk aktivitas berkendara harian yang sering macet, rasanya lebih cocok menggunakan motor metik atau motor dengan jenis kopling semi otomatis. Hal tersebut tentunya guna kepentingan efisiensi.

 

Nah jika agendanya adalah untuk nongkrong, pergi ke hajatan (nikahan deh biar gaya hehe), atau aktivitas situasional lain, baru deh motor terbaik kalian dengan sistem kopling manual dikeluarkan hehe.

 

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

bola-bola susu murah

 


Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript