-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Tren Pasang Kedok Buta Sonic 150 Pada Byson



Satupiston.com – Assalamu’alaikum, kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai tren pasang kedok buta dari Honda Sonic 150 pada Yamaha Byson.


Honda Sonic 150 merupakan motor ayam jago (ayago) dari pabrikan Astra Honda Motor (AHM), sedangkan Yamaha Byson merupakan motor sport naked berkubikasi 150 cc dari pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Secara kubikasi mesin mungkin sama yakni sebesar 150 cc, namun secara desain keduanya cukup berbeda. Yamaha Byson dapat dikatakan lebih besar dari Honda Sonic 150 bila diukur dari bodi motor. Namun secara performa mesin, Honda Sonic 150 lebih unggul dari Yamaha Byson.

Bicara soal kedok buta, kedok buta sendiri merupakan part costume yang biasanya digunakan untuk menggantikan adanya headlamp bawaan dari sepeda motor.

Kedok buta sendiri diperuntukan untuk keperluan sepeda motor balap, misal keperluan untuk balapan road race, dimana salah satu regulasi di balap raod race biasanya adalah harus mencopot lampu atau menutupnya dengan skotlet atau dengan mengganti headlamp-nya dengan headlamp atau kedok buta.

Sebetulnya secara aliran antara Sonic 150 dan Byson itu memiliki perbedaan dan cenderung tidak apple to apple, namun yang namanya aliran modifikasi, tentu batasannya cukup “rancu” dan cenderung tidak berbatas.

Nah simak saja salah satu foto di bawah ini yang mana merupakan Yamaha Byson karbu yang mengaplikasikan kedok buta dari Honda Sonic 150.

Tren Pasang Kedok Buta Sonic 150 Pada Byson
Sumber: Facebook/ Doni HasdiAnsyah


Sebetulnya tren seperti di atas juga kami temui pada motor Yamaha Byson lain, namun untuk sekarang kami hanya bisa menyajikan gambar di atas saja.

Nah untuk aliran Byson street fighter, kami rasa modifikasi seperti di atas sudah sangat cocok dan terkesan minimalis kendati ubahannya cukup kontras.

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.


Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript