-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Aksi Pemalakan Pada Pengguna Sepeda Motor Yang Tengah Sendirian



Aksi Pemalakan Pada Pengguna Sepeda Motor Yang Tengah Sendirian


Satupiston.com – Assalamu’alaikum, kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai aksi pemalakan pada pengguna sepeda motor yang mana biasanya yang diincar adalah pengguna sepeda motor yang tengah sendirian.


Satu lagi kisah premanisme dan tindakan kriminal diungkap oleh salah satu orang yang kami kenal.

Dari hasil wawancara secara tidak terstruktur, akhirnya kami dapat mendapatkan beberapa informasi yang sekiranya bisa dipetik hikmahnya dalam artikel ini.

Alone Rider atau rider yang tengah berkendara seorang diri tanpa ada yang dibonceng atau tanpa “gerombolan” merupakan pengguna sepeda motor yang paling disasar untuk aksi kejahatan seperti pemalakan.

Pengendara yang tanpak lemah dan mudah “diintimidasi” seolah mudah untuk dipalak. Biasanya selain orang yang berkendara seorang diri, orang yang tengah membawa pasangan pun tidak luput dari aksi palak, terlebih bila lokasinya adalah tempat wisata.

Awalnya saya mau pulang sehabis nongkrong bersama teman di sekitaran Padalarang Bandung Barat. Lalu pas pukul setengah tujuh malam tiba-tiba ada sekitar 4 motor penuh penumpang menghadang dan mulai meminta sejumlah uang dan barang” Tutur korban yang enggan dipublish namanya tersebut.

“Pas malaknya sih sopan, pakai bahasa Sunda lemes terus mulai minta-minta. Awalnya r*kok, kemudian sejumlah uang, dan handphone”.

Jadi dapat dikatakan pemalakan tidak selamanya dilakukan secara kasar, ada juga yang pendekatannya dilakukan secara halus namun tetap menebar ancaman karena dilakukan oleh banyak orang atau secara bergerombol dan dilakukan pada korban yang hanya berjumlah dua orang.

Pas minta r*kok saya kasih, pas minta uang saya kasih, nah pas minta Hp saya ga kasih soalnya saya juga butuh Hp”. Lanjut korban menceritakan.

Korban masih ingat dengan ucapan pelaku yang dinilai tidak mengancam namun masih ada unsur paksaan.

Kang permisi, punya r*kok buat kita?... Kang bagi duitlah kita buat ma*uk, 55 ribulah… Kang Hp sekalian…” Tutur korban sambil mengingat-ngingat ucapan pelaku.

Memang sepertinya aksi pemalakan sering dilakukan dengan model seperti itu, diam-diam minta banyak.

Dulu kami pun sempat akan jadi korban dari pemalakan, namun setelah tahu kami membawa orang “penting” maka si pemalak pun mengurungkan niatnya.

Namun pada kisah lain, tetangga kami malah sampai babak belur bertarung dengan pemalak yang jumlahnya lebih dari dua orang.

Tetangga kami menuturkan kisah yang secara garis besar hampir sama dengan kisah di artikel ini.

Awalnya minta hal-hal kecil dan diakhiri dengan meminta handphone, namun pas permintaan handphone tetangga kami memilih menempuh duel dengan para pemalak.

Semoga kita bisa terus waspada dan dilindungi Allah dari tindakan jahat seperti dalam artikel ini. Kami akhiri tulisan ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.



Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript