★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Macam-Macam Pendingin Mesin Pada Sepeda Motor



Macam-Macam Pendingin Mesin Pada Sepeda Motor

Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam pendingin mesin pada sepeda motor.


Sob, sepeda motor yang sering kita pakai sejatinya dapat berjalan karena adanya aktivitas pembakaran pada ruang bakar atau mesin.

Karena namannya adalah aktivitas pembakaran secara harfiah, maka kemungkinan mesin sepeda motor menjadi panas akan semakin besar. Terlebih pada mesin kendaraan bermotor juga banyak terjadi gesekan komponen logam.

Oleh karenannya, pada mesin sepeda motor diterapkanlah yang namanya sistim pendingin mesin.

Gunannya untuk apa? Ya tentu gunanya sistim pendingin pada mesin adalah untuk menjaga suhu pada mesin kendaraan bermotor agar tetap stabil dan tidak terlalu panas atau overheat.

Dengan suhu mesin yang stabil, maka diharapkan performa mesin kendaraan tetap terjaga dan potensi kerusakan semakin minim.

Lalu, tahu tidak sob bahwa pendingin mesin itu ada beberapa macam. Apa saja macam-macam pendingin mesin kendaraan bermotor termasuk sepeda motor????? Yuk kita bahas bersama dalam artikel ini.

1. Pendingin Mesin dengan Sistim Udara (Air Cooling System)


Yang pertama dan yang menjadi teknologi pertama dalam sistim pendinginan mesin kendaraan bermotor adalah pendingin mesin dengan sistim udara. Sistem pendingin ini merupakan sistem pendingin dengan kontruksi paling sederhana. Dan kebanyakan yang menggunakan sistem pendingin mesin ini adalah motor-motor dengan teknologi mesin yang sudah tua misal saja Yamaha Byson. Ciri khas dari sistim pendingin mesin ini adalah adanya alur-alur atau sirip-sirip pada mesin sepeda motor. Sirip ini yang nantinya bertugas menjadi jalur udara atau angin. Nah biasanya untuk mencegah terjadinya bunyi yang berisik pada area sirip akibat sirkulasi udara, maka dibuatlah ganjalan dari karet pada sirip-sirip mesin tersebut.

2. Pendingin Mesin dengan Sistim Udara Bertekanan (Forced Air Cooling System)


Sistim udara bertekanan dapat dikatakan sebagai sistim pendinginan mesin versi kedua dari sistim pendingin mesin dengan sistim udara. Bedanya dengan sistim pendingin udara biasa adalah pada sistim pendingin udara bertekanan dijejali kipas yang dibuat sedemikian rupa dan diarahkan pada bagian silinder. Tentunya penambahan kipas ini bertujuan agar udara lebih bertenaga atau lebih memberikan tekanan pada area mesin sehingga proses pendinginan mesin kendaraan bermotor jadi lebih efektif.

3. Pendingin Mesin dengan Sistim Oli (Oil Cooling System)


Selanjutnya adalah sistim pendinginan mesin dengan bantuan oli mesin. Pada sistim pendinginan mesin dengan media oli, kontruksinya lebih rumit dari sistim pendinginan mesin dengan media udara. Pada pendingin mesin dengan media oli, oli ditugaskan untuk mendinginkan mesin dan disalurkan pada bagian-bagian mesin. Proses pendinginannya dilakukan pada benda kotak bersirip yang dinamakan dengan oil cooler. Motor yang menggunakan sistem pendinginan oli ini adalah Suzuki  Satria F150 lama. Sistim pendinginan dengan media oli ini lebih baik dan efektif ketimbang dari sistim pendinginan mesin dengan media udara.

4. Pendingin Mesin dengan Sistim Air (Water Cooling System)


Sistim pendingin mesin dengan media air lebih dikenal sebagai radiator. Sistim pendingin air disinyalir sebagai sistim pendingin mesin yang paling efektif. Kontruksinya cukup rumit karena ada kipas, termostat, tutup radiator, radiator, tangki, selang air dan lain sebagainya. Salah satu motor yang menggunakan media pendingin air adalah Honda Sonic 150R. Nah kalau kami boleh jujur, sistim pendingin ini memang sangat efektif tetapi jika kita salah dalam perawatan misal kita telat mengisi air pada radiator, maka imbasnya adalah banyak komponen motor yang rusak, misalnya adalah sistim radiator itu sendiri yang nanti tidak berfungsi dan banyak yang pecah. Oh iya, air yang digunakan untuk mendinginkan mesin adalah air khusus untuk mendinginkan mesin dan bukan air biasa.

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini. Akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript