-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Efek Rantai Motor Terlalu Kencang


 Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai efek dari rantai motor terlalu kencang.


Sob, rantai pada sepeda motor identik dengan rantai roda. Yakni rantai yang menghubungkan antara gear pada mesin dengan gear pada roda.

Walau sebetulnya masih ada rantai lain pada motor yakni rantai keteng atau rantai kamprat. Tetapi karena yang terlihat dan nampak mata adalah rantai roda, jadi rantai rodalah yang identik dengan motor.

Memang tidak semua motor menggunakan rantai, sebut saja motor metik yang tidak menggunakan rantai.

Tetapi sejauh ini selain metik, biasanya motor masih menggunakan rantai sebagai media penyalur daya dari mesin ke roda belakang.

Nah rantai sendiri memiliki masa pakai dan perlu dirawat sedemikian rupa sehingga rantai mampu terjaga performanya.

Biasanya hal yang sering terjadi pada rantai adalah rantai yang terlalu kendor, rantai kencang kendor, hingga rantai yang terlalu kencang.

Nah dalam artikel ini kita akan membahas mengenai efek atau akibat bila rantai motor terlalu kencang.

Tetapi sebelumnya kita simak dahulu gambar di bawah ini:

Efek Rantai Motor Terlalu Kencang
Sumber Facebook.com

Gambar di atas merupakan efek apabila rantai dibiarkan terlalu kencang. Dari penuturan pemilik motornya, diketahui bahwa rantai motornya kurang satu mata, sehingga dipaksakan dipasang dengan kondisi terlalu kencang.

Hmm, cukup mengerikan juga ya rantainya sampai ambrol begitu. Nah itu merupakan salah satu efek apabila rantai terlalu kencang.

Selain ambrol dan rantai terputus, efek lain bila rantai terlalu kencang adalah gear menjadi bengkok, swing arm bengkok, hingga bosh arm yang oblak.

Dalam situs ini kami pernah membahas mengenai hal-hal di atas, jadi jika kalian ingin membacanya, silahkan cari pada situs ini melalui kolom pencarian ya hehe.

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.

Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript