-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

√ Alasan Mantan Napi Curanmor Menjadi Residivis



√ Alasan Mantan Napi Curanmor Menjadi Residivis

Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai alasan dari mantan napi curanmor menjadi residivis.


Sob, para elit di negara kita sudah memutuskan untuk melepaskan beberapa napi atau narapidana yang memenuhi syarat dengan alasan kemanusiaan.

Pelepasan atau pembebasan napi tersebut dikarenakan adanya wabah Covid-19 atau virus corona, sehingga para stakeholder di pemerintahan melakukan kebijakan untuk melepaskan beberapa napi terpilih guna menghindari penularan virus corona, hmmm.

Masalahnya adalah kita disuruh di rumah tapi napi disuruh keluar hehe. Skip, becanda kok. Kita sebut saja beberapa oknum napi yang menjadi residivis saja.

Jadi begini sob, selang beberapa hari setelah kebijakan dari pemerintah tersebut, banyak napi yang berhasil kembali berkumpul dengan sanak keluarga.

Namun, rupanya ada juga dari beberapa oknum mantan napi tersebut yang malah melakukan perbuatan yang sama seperti sebelumnya (residivis).

Sebut saja mantan napi yang dahulu mencuri kendaraan bermotor (curanmor), yang justrul menjadi residivis karena kembali mencuri kendaraan bermotor.

Sebetulnya kebijakan dari elit pemerintah yang kita singgung di atas cukup bagus, namun bila melihat ekonomi sekarang yang tengah turun, rasanya susah juga membayangkan mantan napi yang keluar penjara.

Ekonomi sedang tumbuh saja, mantan napi akan sulit mencarai pekerjaan, apalagi bila ekonomi sedang jatuh seperti sekarang.

Bersinggungan atau tidak, pembebasan napi tersebut juga sebanding dengan beberapa fenomena tentang pencurian kendaraan bermotor yang akhir-akhir ini mulai marak kembali.

Skip, kita sudah membahas cukup melebar, kita fokus kembali mengenai alasan dari napi curanmor yang menjadi residivis atau dalam bahasa yang lebih sederhana adalah alasan dari mantan napi kembali mengulangi kesalahan yang sama yang membuat ia dipenjara.

Tentunya banyak sekali alasannya bila kita bahas secara komprehensif, namun dari literasi yang kami baca serta dari salah satu informan, diketahui bahwa ada alasan yang cukup haru yang membuat kami terenyuh saat mengetahuinya? Alasan apakah gerangan????

Pertama adalah fakta bahwa tak sedikit dari mantan napi yang ketika bebas sudah tidak memiliki keluarga, kendati mungkin mereka masih punya sanak keluarga termasuk anak istri-suami, tetapi pada kenyataanya tak jarang bahwa napi yang baru bebas tidak diterima lagi di masyarakat bahkan oleh keluarganya sendiri. Hal tersebut membuat para napi memilih kembali ke penjara saja karena alasan di penjara secara sosial memang dibatasi, namun di dalam penjara masih ada orang yang senasib dan bisa diajak untuk berbagi.

Kedua adalah fakta bahwa ketika napi bebas, opsi mereka bertahan hidup kemungkinan menjadi kecil, alasannya adalah sulitnya mencari uang dari pekerjaan termasuk dari usaha. Bagi orang normal saja akan sulit untuk bekerja dan mendirikan usaha, apalagi bagi mantan napi yang dalam tanda kutip sudah didiskriminatifkan. Banyak yang memilih kembali melakukan keahliannya misal melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan berharap berhasil melakukan pencurian atau berhasil kembali masuk ke penjara. Mengapa kami sebutkan berhasil kembali masuk ke penjara? Karena disadari atau tidak, kembali ke penjara merupakan salah satu opsi bagi mantan napi untuk kembali bisa terjamin hidupnya.

Ketiga adalah bahwa beberapa napi lebih nyaman hidup di penjara ketimbang kembali ke kehidupan normal. Sebetulnya ada alasan mengapa sebagian napi merasa nyaman hidup di penjara, namun kami tidak akan bahas itu secara lebih jauh. Intinya adalah terkadang dikurung pada suatu tempat dengan waktu cukup lama akan membuat seseorang berubah dan kadang merasa nyaman dengan lingkungan kurungannya tersebut.

Mungkin tidak semua mantan napi seperti itu dan tak semua mantan napi akan memilih kembali ke penjara dengan cara menjadi residivis atau mengulangi kesalahan, tetapi semoga artikel ini bermanfaat untuk kita dan akhir kata sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.
Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript