-->

★★★ Cek Pajak Kendaraan Bermotor Region Jawa Barat Secara Online ★★★

Penyebab Bosh Arm Motor Cepat Rusak


Penyebab Bosh Arm Motor Cepat Rusak


Assalamu’alaikum.
Kembali lagi pada artikel kami, kali ini kita akan membahas mengenai penyebab bosh arm motor yang cepat rusak. Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai ciri-ciri dari bosh arm yang rusak. Dan pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai penyebab dari bosh arm motor yang cepat rusak.


Bosh arm pada motor sendiri berfungsi untuk meredam pergerakan swing arm secara horizontal. Fungsi bosh arm ini cukup vital, karena jika bosh arm tidak dipasang atau bahkan rusak (oblak), maka handling motor akan berkurang performanya atau dalam artian lain menjadi tidak nyaman untuk digunakan.

Nah bosh arm atau bearing arm biasanya menjadi oblak dikarenakan terjadi keausan kepadatan pada lubang dari bosh atau bearing arm. Penyebab keausan tersebut dapat mengakibatkan arm menjadi oblak layaknya bearing atau laher pada roda yang oblak atau rusak.

Lalu apa yang menyebabkan bosh arm atau bearing arm cepat rusak? Berdasarkan pengalaman kami, bosh atau bearing arm menjadi cepat rusak dikarenakan beberapa hal, di antaranya adalah:

1. Stelan Rantai Yang Terlalu Kencang
Hal pertama yang dapat dicurigai menjadi penyebab bosh arm menjadi cepat rusak adalah dikarenakan stelan rantai yang terlalu kencang.  Tak dapat dipungkiri ketika stelan rantai terlalu kencang, maka akan ada yang termakan. Biasanya mata gir akan bengkok, rantai putus, swing arm bengkok, hingga bosh arm yang tertekan bahkan bisa sampai remuk dan menyebabkan bosh arm cepat rusak.

2. Beban Berat
Kedua adalah dikarenakan selalu membawa beban berat. Disadari atau tidak, sepeda motor memiliki daya angkut maksimal tersendiri dan apabila motor terbiasa mengangkut beban berlebih, maka akan ada part pada motor yang cepat rusak tak terkecuali bagi bearing atau bosh arm.

3. Kebiasaan Berkendaraan
Yang ketiga adalah kebiasaan berkendara. Mungkin ada diantara kita yang mengendarai sepeda motornya dengan gaya stop and go yang agresif. Ketika stop menekan rem belakang dengan agresif dan ketika go pun memutar gas motor dengan sangat agresif. Disadari atau tidak, gaya berkendara seperti itu membuat swing arm bekerja keras pula menyesuaikan momen dari daya yang dihasilkan dari gaya berkendara kita. Selain itu, kebiasaan menghajar lubang atau polisi tidur dengan kecepatan cukup tinggi juga membuat bosh arm rentan akan keausan.

4. Medan Jalan Yang Ekstrim
Kita akui bahwa jalanan di Indonesia tak semuanya mulus, banyak jalan berbatu, bergelombang, hingga berlubang. Jalanan yang ekstrim tersebut harus kita akui juga akan membuat daya tahan bosh arm mudah menurun.

Nah artikel ini kami cukupkan sampai di sini akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaikum.




Apa Reaksi Mu???
Bagikan Artikel Ini Melalui:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript