Jalan Mohammad Toha Regol Bandung Jadi Lokasi Keributan Debt Collector dan Ormas

Table of Contents

 

Jalan Mohammad Toha Regol Bandung Jadi Lokasi Keributan Debt Collector dan Ormas

Satupiston.com - Keributan yang melibatkan debt collector dan anggota Paguyuban Cepot Motah terjadi di Jalan Mohammad Toha, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (16/10/2026), diduga dipicu persoalan penarikan sepeda motor.

Insiden tersebut sempat mengganggu kelancaran lalu lintas dan memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Situasi memanas hingga terjadi aksi pembakaran ban di tengah jalan sebelum petugas kepolisian turun tangan untuk mengendalikan keadaan.

Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, turut menjadi sorotan dalam peristiwa yang kini masih didalami aparat kepolisian tersebut.

Polisi Turun Tangan Redam Keributan

Petugas Polrestabes Bandung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai keributan antara kelompok debt collector dan anggota organisasi masyarakat tersebut.

Kepala Bagian Operasi Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menjelaskan bahwa situasi berangsur kondusif setelah petugas tiba dan melakukan pengamanan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Massa dari kedua kelompok dilaporkan membubarkan diri secara tertib sehingga ketegangan di Jalan Mohammad Toha dapat diredam.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, persoalan bermula ketika debt collector melakukan penarikan sepeda motor yang kemudian memicu keberatan dari pihak lain hingga berujung pada perselisihan.

Satu Orang Dibawa ke Mapolrestabes Bandung

Dalam penanganan awal kasus tersebut, polisi membawa satu orang ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menyebut orang tersebut diduga terlibat dalam tindakan yang memicu atau memperkeruh keributan.

Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman melalui pemeriksaan dan pengumpulan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Polisi belum menyimpulkan secara menyeluruh bagaimana rangkaian peristiwa berlangsung maupun siapa saja yang bertanggung jawab atas keributan tersebut.

Penyelidikan lanjutan diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, termasuk latar belakang penarikan kendaraan yang disebut menjadi pemicu perselisihan.

Penarikan Kendaraan Perlu Mengikuti Prosedur Hukum

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan penarikan kendaraan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Penarikan kendaraan yang berkaitan dengan pembiayaan perlu memperhatikan dasar kewenangan, dokumen yang diperlukan, serta prosedur yang berlaku agar tidak berkembang menjadi konflik di ruang publik.

Apabila terdapat keberatan terhadap proses penarikan, pihak yang berselisih sebaiknya menempuh jalur pengaduan atau meminta pendampingan melalui mekanisme hukum yang tersedia.

Di sisi lain, dugaan pelanggaran oleh pihak mana pun harus dinilai berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata berdasarkan informasi awal yang beredar.

Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan dalam keterangan awal tersebut, kepolisian masih mendalami kasus keributan di Jalan Mohammad Toha untuk mengungkap persoalan secara menyeluruh.***


 ⚠  Iklan  ⚠ 

 ðŸ”¥ Artikel Lainnya:: ::

Memuat...
 ⚠  Iklan  ⚠ 

Suka dengan artikel Satupiston.com? Jangan lupa subscribe kami di Youtube :)