Kenapa Rem Mobil Kadang Ngelos? Ini Solusi Mengatasinya

Satupiston.com - Rem mobil yang tiba-tiba terasa ngelos atau pedalnya terlalu dalam perlu mendapat perhatian karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sistem pengereman yang tidak bekerja secara optimal.
Gejala rem ngelos biasanya dirasakan ketika pedal rem diinjak tetapi tekanan pengereman terasa kurang kuat, sehingga pengemudi harus menekan pedal lebih dalam dibandingkan kondisi normal.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti komponen rem langsung mengalami kerusakan berat karena masuknya udara ke dalam sistem hidrolik, berkurangnya minyak rem, atau kebocoran pada bagian tertentu juga dapat menjadi penyebab.
Rem Mobil Ngelos Bisa Disebabkan Udara dalam Sistem
Salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa ketika rem mobil terasa ngelos adalah adanya udara yang masuk ke dalam sistem hidrolik pengereman.
Sistem rem hidrolik bekerja dengan memanfaatkan tekanan minyak rem untuk meneruskan gaya dari pedal menuju komponen pengereman di roda.
Berbeda dengan minyak rem yang relatif sulit dimampatkan, udara dapat terkompresi sehingga tekanan yang diberikan melalui pedal tidak diteruskan secara optimal ke mekanisme pengereman.
Akibatnya, pedal rem dapat terasa lebih empuk, masuk lebih dalam, atau membutuhkan beberapa kali injakan sebelum terasa lebih keras.
Dalam kondisi tertentu, pengemudi mungkin merasakan pedal rem kembali lebih berat setelah diinjak berulang kali, tetapi gejala tersebut tidak seharusnya dijadikan tanda bahwa kendaraan sudah aman digunakan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Periksa Kondisi Minyak Rem Terlebih Dahulu
Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan melihat kondisi minyak rem pada reservoir sebelum mesin dinyalakan.
Pastikan kendaraan berada dalam kondisi aman dan permukaan relatif rata sebelum kap mesin dibuka untuk memeriksa tabung reservoir minyak rem.
Perhatikan apakah volume minyak rem berada pada batas yang dianjurkan serta apakah terdapat perubahan yang mencurigakan dibandingkan pemeriksaan sebelumnya.
Minyak rem yang terus berkurang dapat menjadi petunjuk adanya kebocoran sehingga pemilik kendaraan tidak cukup hanya menambahkan cairan tanpa mencari sumber masalahnya.
Kebocoran dapat berkaitan dengan seal, sambungan selang, master rem, maupun komponen pengereman lain yang membawa minyak rem bertekanan.
Apabila ditemukan rembesan minyak rem, kendaraan sebaiknya tidak dipaksakan digunakan karena gangguan pada sistem hidrolik dapat mengurangi kemampuan pengereman.
Pedal Rem Bisa Diperiksa Sebelum Mesin Dinyalakan
Mekanik yang menangani kendaraan Kia tersebut menjelaskan bahwa kondisi pedal dapat diperiksa melalui beberapa kali injakan ketika mesin belum dinyalakan.
Pedal rem dapat ditekan cukup dalam kemudian ditahan, setelah itu dilepaskan dan diinjak kembali secara berulang sampai terasa semakin berat.
Perubahan karakter pedal setelah beberapa kali injakan dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi tekanan pada sistem pengereman.
Jika pedal menjadi lebih keras setelah dipompa beberapa kali, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan adanya udara atau perubahan tekanan dalam sistem, tetapi hasil pemeriksaan tersebut belum dapat dijadikan diagnosis akhir.
Pemeriksaan sederhana di rumah sebaiknya hanya digunakan sebagai langkah awal untuk mengenali gejala dan bukan sebagai pengganti pemeriksaan sistem rem secara menyeluruh.
Setelah Mesin Hidup, Perhatikan Perubahan Pedal
Pemeriksaan dapat dilanjutkan setelah mesin kendaraan dinyalakan dengan tetap memastikan area sekitar mobil aman dan kendaraan tidak bergerak tanpa kendali.
Pedal rem kemudian dapat diinjak kembali secara perlahan untuk mengetahui apakah karakter pedal berubah secara tidak normal.
Jika pedal kembali terasa terlalu dalam, lembek, atau kemampuan pengereman tidak sesuai biasanya, kendaraan sebaiknya segera diperiksa di bengkel.
Pengemudi juga perlu memperhatikan apakah pedal perlahan turun ketika terus ditekan dalam kondisi kendaraan diam karena gejala tersebut dapat menjadi petunjuk yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan mengandalkan cara memompa pedal berulang kali sebagai solusi permanen karena tindakan tersebut hanya dapat mengubah sementara rasa pedal tanpa menghilangkan penyebab masalah.
Jangan Abaikan Minyak Rem yang Berkurang
Berkurangnya minyak rem merupakan salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian serius, terutama apabila penurunan volumenya terjadi berulang kali.
Minyak rem pada reservoir pada dasarnya tidak seharusnya terus-menerus berkurang dalam jumlah signifikan tanpa alasan.
Penurunan volume dapat terjadi karena kondisi kampas rem yang menipis, tetapi kebocoran pada sistem juga harus dipertimbangkan apabila jumlah minyak turun secara tidak wajar.
Pemilik mobil sebaiknya memeriksa area sekitar master rem, selang rem, kaliper, serta bagian roda untuk mencari tanda rembesan.
Adanya cairan yang diduga minyak rem di sekitar komponen pengereman menjadi alasan kuat untuk menghentikan penggunaan kendaraan sampai sumber kebocoran diketahui.
Solusi Rem Ngelos Perlu Disesuaikan dengan Penyebabnya
Apabila pemeriksaan menunjukkan adanya udara di dalam saluran rem, mekanik biasanya melakukan proses pembuangan udara atau bleeding pada sistem pengereman.
Proses tersebut bertujuan mengeluarkan udara yang terperangkap sekaligus memastikan sistem kembali terisi minyak rem dengan kondisi yang sesuai.
Pengerjaan bleeding sebaiknya dilakukan oleh mekanik yang memahami sistem pengereman karena kesalahan prosedur dapat membuat udara tetap berada di dalam saluran atau menyebabkan masalah baru.
Selain membuang udara, mekanik juga perlu memastikan tidak terdapat kebocoran sebelum kendaraan dinyatakan layak digunakan kembali.
Jika ditemukan seal yang rusak, selang bermasalah, atau komponen hidrolik mengalami gangguan, bagian tersebut perlu diperbaiki atau diganti sesuai hasil pemeriksaan.
Rem Tangan Juga Perlu Diperiksa
Pemeriksaan sistem pengereman tidak hanya berkaitan dengan pedal rem karena kondisi rem tangan juga dapat memengaruhi mekanisme pengereman pada roda tertentu.
Mekanik yang memberikan penjelasan mengenai gejala tersebut menyarankan pemeriksaan sekaligus penyetelan tuas rem tangan ketika kendaraan mendapatkan servis sistem pengereman.
Penyetelan harus dilakukan sesuai konstruksi dan spesifikasi kendaraan sehingga rem tangan tetap mampu menahan kendaraan tanpa membuat mekanisme rem bekerja terlalu berat.
Karena setiap model mobil memiliki konstruksi yang berbeda, prosedur penyetelan sebaiknya mengikuti petunjuk pabrikan atau dilakukan oleh mekanik yang memahami model kendaraan tersebut.
Pilih Minyak Rem Sesuai Spesifikasi
Pemilik mobil juga perlu memperhatikan jenis minyak rem ketika melakukan penggantian atau penambahan cairan.
DOT 3 dan DOT 4 merupakan jenis minyak rem yang banyak digunakan pada kendaraan, tetapi pilihan akhirnya harus mengikuti spesifikasi yang ditetapkan oleh produsen mobil.
Jangan menentukan jenis minyak rem hanya berdasarkan warna cairannya karena warna bukan satu-satunya indikator kesesuaian produk dengan sistem pengereman.
Penggunaan minyak rem yang sesuai spesifikasi juga penting karena sistem pengereman dirancang bekerja dengan karakteristik cairan tertentu.
Jika tidak mengetahui spesifikasi yang tepat, pemilik kendaraan dapat melihat buku manual atau meminta bengkel memastikan jenis minyak rem yang sesuai sebelum melakukan penggantian.
Kapan Mobil Harus Segera Dibawa ke Bengkel?
Mobil sebaiknya segera diperiksa apabila pedal rem tiba-tiba terasa sangat dalam, pengereman melemah, minyak rem berkurang, atau terdapat indikasi kebocoran.
Kondisi menjadi lebih serius apabila pedal rem terasa semakin turun ketika terus ditekan atau kendaraan membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti.
Pengemudi juga sebaiknya tidak menunda pemeriksaan apabila gejala rem ngelos muncul berulang kali meskipun pedal kembali terasa normal setelah beberapa kali diinjak.
Bengkel umum yang memiliki mekanik berpengalaman dapat melakukan pemeriksaan mulai dari reservoir, master rem, saluran dan selang, hingga komponen pengereman di roda.
Pemeriksaan menyeluruh diperlukan agar perbaikan tidak hanya menghilangkan gejala, tetapi juga menemukan penyebab yang membuat tekanan pengereman tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Jangan Jadikan Pedal Keras sebagai Satu-satunya Patokan
Pedal yang kembali terasa keras setelah dipompa memang dapat menjadi informasi awal, tetapi kondisi tersebut belum membuktikan bahwa seluruh sistem pengereman berada dalam keadaan baik.
Sistem rem merupakan bagian keselamatan utama kendaraan sehingga diagnosis harus mempertimbangkan kondisi minyak rem, kemungkinan udara, kebocoran, komponen hidrolik, serta mekanisme pengereman di roda.
Jika gejala muncul ketika kendaraan sedang digunakan di jalan, pengemudi perlu mengurangi kecepatan dengan aman dan mencari tempat berhenti yang tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Kendaraan yang mengalami penurunan kemampuan pengereman sebaiknya tidak digunakan untuk perjalanan jauh sebelum diperiksa.
Dengan pemeriksaan sejak gejala awal muncul, potensi kerusakan yang lebih besar sekaligus risiko keselamatan akibat kegagalan pengereman dapat diminimalkan.***