Mengatasi Penyebab Extra Fan Suzuki Aerio Tidak Menyala, Ini Cara Saya Mengeceknya

Satupiston.com - Extra fan atau kipas tambahan pada sistem AC Suzuki Aerio memiliki peran penting dalam membantu menjaga suhu kerja sistem pendingin udara, sehingga ketika komponen ini tidak menyala, saya memilih melakukan pemeriksaan secara bertahap mulai dari kipas, sekring, relay, hingga perkabelan.
Masalah extra fan Suzuki Aerio yang tidak menyala tidak selalu berarti motor kipas mengalami kerusakan.
Pada kasus yang saya alami, sumber masalah justru berada di bagian kabel menuju soket extra fan yang mengalami kerusakan akibat posisi soket aftermarket terlalu tinggi.
Pengecekan secara berurutan menjadi langkah penting karena kerusakan pada sistem kelistrikan AC mobil bisa berasal dari beberapa titik yang saling berhubungan.
Langkah Awal Mengecek Extra Fan Suzuki Aerio
Saya mengawali pemeriksaan dengan mencopot soket yang terhubung ke extra fan.
Setelah soket dilepas, saya kemudian melakukan pengujian langsung dengan menjumper extra fan ke aki untuk memastikan apakah motor kipas masih dapat bekerja.
Sumber listrik untuk pengujian tersebut tidak harus menggunakan aki mobil karena aki eksternal, termasuk aki motor, juga dapat digunakan selama memiliki tegangan yang sesuai untuk pengujian.
Jika extra fan langsung berputar ketika mendapatkan suplai listrik dari aki, berarti motor kipas kemungkinan besar masih dalam kondisi baik.
Dengan demikian, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke bagian lain seperti sekring, relay, kabel, dan soket.
Saya menggunakan extra fan aftermarket sehingga terdapat satu hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pengujian langsung.
Pada jenis extra fan aftermarket yang saya gunakan, kutub kelistrikannya dapat diuji dengan posisi bolak-balik.
Jika posisi kutub terbalik, kipas tetap dapat berputar tetapi arah putarannya menjadi berlawanan.
Karena itu, saya memastikan kembali posisi kutub sebelum menyimpulkan bahwa motor extra fan mengalami masalah.
Cek Sekring Extra Fan dan Kompresor AC
Setelah memastikan motor extra fan masih dapat berputar, saya melanjutkan pemeriksaan ke bagian yang lebih sederhana, yaitu sekring.
Pada Suzuki Aerio Facelift tahun 2005 yang saya gunakan sebagai acuan, sekring yang berkaitan dengan extra fan menggunakan sekring berwarna kuning dengan kapasitas 20 ampere.
Pengecekan sekring menjadi penting karena jalur kelistrikan extra fan dan kompresor AC pada Suzuki Aerio ini saling berkaitan.
Jika sekring tersebut putus, gejalanya biasanya tidak hanya ditandai extra fan yang tidak bekerja, tetapi kompresor AC juga dapat ikut tidak menyala.
Artinya, ketika extra fan dan kompresor AC sama-sama tidak bekerja, saya akan memeriksa sekring tersebut terlebih dahulu sebelum membongkar bagian lainnya.
Suzuki Aerio yang menjadi objek pemeriksaan dalam artikel ini adalah versi facelift tahun 2005.
Namun, bagi pemilik Aerio dengan tahun produksi yang berbeda, tata letak komponen kelistrikan tersebut pada dasarnya masih sangat mirip dengan konfigurasi yang saya gunakan sebagai acuan.
Cara Mengecek Relay Extra Fan Suzuki Aerio
Jika sekring masih dalam kondisi baik, saya kemudian beralih ke relay extra fan.
Dengan melihat area dari arah kap mesin, posisi relay extra fan berada di bagian paling kiri pada bagian atas, tepat di atas relay kompresor AC.
Untuk memastikan apakah relay mengalami kerusakan, saya tidak langsung menggantinya dengan komponen baru.
Saya memilih metode sederhana dengan menukar relay tersebut menggunakan relay lain yang memiliki fungsi dan spesifikasi yang sesuai untuk pengujian.
Relay klakson atau relay foglamp dapat digunakan sebagai pembanding selama karakteristik relay yang digunakan sesuai.
Posisi relay klakson berada di pojok kanan bawah pada kotak relay yang terpisah dari kotak relay AC.
Sementara itu, relay foglamp berada tepat di atas relay klakson.
Saya cukup membuka tutup kotak relay yang bentuknya lebih kotak, bukan kotak relay AC yang memiliki bentuk lebih memanjang.
Setelah relay ditukar, saya kembali melakukan pengecekan terhadap extra fan.
Jika extra fan kemudian menyala setelah relay ditukar, kemungkinan besar relay sebelumnya mengalami kerusakan.
Sebaliknya, jika extra fan tetap tidak menyala meskipun relay sudah ditukar, pemeriksaan perlu dilanjutkan menuju bagian perkabelan dan soket.
Periksa Kabel dan Soket Menggunakan Multimeter
Tahap berikutnya yang saya lakukan adalah memeriksa jalur kabel serta soket dengan menggunakan multimeter atau avometer.
Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah tegangan listrik dari sistem kelistrikan mobil benar-benar sampai ke titik yang seharusnya.
Saya memeriksa masing-masing kutub pada soket box relay dan soket yang menuju extra fan.
Pada soket box relay, setidaknya terdapat dua titik dari lima titik yang harus menunjukkan tegangan sekitar 12 volt ketika dilakukan pemeriksaan sesuai kondisi rangkaian.
Hasil pengukuran tersebut dapat membantu mempersempit lokasi masalah apabila extra fan tetap tidak mendapatkan suplai listrik.
Selanjutnya, saya melakukan pemeriksaan pada soket yang langsung menuju extra fan.
Pada bagian tersebut seharusnya terdapat tegangan sekitar 12 volt ketika rangkaian berada pada kondisi yang memungkinkan extra fan mendapatkan suplai listrik.
Jika hasil pengukuran justru menunjukkan angka 0 volt, saya akan mencurigai adanya masalah pada kabel, soket, atau jalur kelistrikan sebelum langsung menyalahkan motor extra fan.
Pengecekan menggunakan multimeter juga membuat proses diagnosis menjadi lebih terarah karena saya tidak perlu mengganti komponen secara acak.
Penyebab Extra Fan Suzuki Aerio Saya Tidak Menyala
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, saya menemukan bahwa masalah pada mobil saya bukan berasal dari motor extra fan, sekring, maupun relay.
Kerusakan justru ditemukan pada bagian kabel yang menuju soket extra fan.
Masalah tersebut berkaitan dengan penggunaan extra fan aftermarket yang memiliki ukuran soket lebih tinggi dibandingkan posisi komponen standar.
Ukuran soket yang terlalu tinggi ternyata membuat bagian tersebut berpotensi terkena tekanan ketika kap mesin ditutup.
Dalam penggunaan sehari-hari, posisi kabel pada soket tersebut akhirnya tertindih oleh kap mesin sehingga bagian kabel mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut membuat aliran listrik menuju extra fan terganggu meskipun motor kipas sebenarnya masih dapat bekerja ketika mendapatkan suplai listrik langsung dari aki.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa penggunaan komponen aftermarket tidak hanya perlu memperhatikan fungsi dan ukuran kipas, tetapi juga posisi soket serta jalur kabel setelah komponen dipasang.
Mengubah Posisi Soket Extra Fan
Untuk mengatasi masalah tersebut, saya mengubah posisi soket yang sebelumnya berdiri menjadi menyamping.
Perubahan posisi ini dilakukan agar soket dan kabel tidak kembali bertabrakan atau tertindih ketika kap mesin ditutup.
Setelah posisi soket dibuat lebih aman, risiko kerusakan kabel akibat tekanan mekanis dari kap mesin dapat dikurangi.
Namun, perbaikan tersebut belum menjadi solusi permanen yang saya kerjakan sepenuhnya.
Ke depannya, kabel yang mengalami kerusakan sebenarnya perlu dipotong pada bagian yang bermasalah dan kemudian disambung kembali dengan metode penyolderan yang baik.
Pekerjaan tersebut sementara saya tunda karena pada saat yang sama dinamo starter mobil sedang mengalami kerusakan sehingga mesin belum dapat dinyalakan kembali untuk melakukan pengujian lanjutan.***